7 Makanan Ini Dapat Memerangi Inflamasi dan Lemak Perut

0
Inflamasi (peradangan) adalah proses sistem imun dalam memerangi infeksi atau iritasi. Tanda dan gejalanya dapat berupa bengkak kemerahan, panas, dan nyeri pada jaringan karena cedera fisik, kimiawi, infeksi, atau reaksi alergi.
Dalam menghadapi proses inflamasi ini, tubuh memerlukan asupan nutrisi yang adekuat sehingga energi sel untuk metabolisme dan menghadang terjadinya infeksi yang parah maka hal ini sangat diperhatikan. Makanan dan minuman yang menjadi sumber energi harus benar-benar memenuhi syarat gizi seimbang dari mulai asupan karbo hidrat, protein, vitamin atau pun mineral.
Sebagaimana dilansir dalam Dummies.com bahwasanya setidaknya ada tujuh asupan nutrisi yang sangat baik untuk memerangi inflamasi.
1. Buah dan sayuran
Semua buah dan sayuran sangat baik dalam proses tubuh menghadapi agen inflamasi. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah cara membersihkan buah dan sayuran tersebut. Mengingat zat kimia yang digunakan untuk menjaga buah dan sayuran tersebut dari serangan hama maka biasanya buah dan sayuran disemprot pestisida.
Menurut penjelasan Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, MS, Guru Besar FATETA IPB dan Kepala Laboratorium Rekayasa Proses Pangan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, manfaat utama dari pestisida sebenarnya adalah untuk melindungi tanaman dari serangan serangga yang menimbulkan penyakit pada tanaman. (Pesona.co.id)
Membersihkan buah dan sayur yang baik adalah dengan:

  • Tuang 1/2 sendok teh cairan Mama Lime Anti Bacteria ke dalam wadah air bersih.
  • Masukkan buah atau sayuran ke dalam wadah, lalu cuci sambil diusap menggunakan tangan (kira-kira 1,5 menit). Anda juga bisa menggunakan sikat khusus agar sisa kotoran, pestisida, dan tanah yang melekat dapat dihilangkan.
  • Bilas sayuran atau buah dengan dengan air bersih dalam wadah yang terpisah atau gunakan air yang mengalir agar sisa cairan pembersih bisa benar-benar hilang (kira-kira 1,5 menit).
  • Sayur dan buah Anda siap dikonsumsi. Bersih, bebas kuman dan pestida. Sisa waktu 2 menit adalah waktu yang Anda gunakan untuk mengkonsumsi buah atau sayuran tersebut.

Beberapa buah dan sayur anti-inflamasi yang sangat baik jika dimasukkan dalam menu makanan sehati-hati seperti apel, beri, brokoli, jamur, pepaya, nanas, dan bayam.
2. Teh hijau
Teh hijau sangat baik untuk mengecilkan pinggang akibat kegemukan dan juga tentunya bagus untuk inflamasi. Ada dua senyawa yang terkandung dalam teh hijau yang sangat baik. Flavonoid akan memilik sifat anti inflamasi dan juga EGCG amat baik untuk mengurangi lemak berlebih.
3. Lemak tak jenuh tunggal
Minyak zaitun, Almond dan Alpukat mengandung lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh ini akan meningkatkan kadar kolesterol HDL yang sehat dan mengurangi peradangan.
4. Asam lemak Omega 3
Sebuah riset telah menunjukkan bahwa Omega 3 memiliki persentase tinggi dalam membantu menurunkan peradangan, sebagaimana dilansir Dummies.com. Sumber Omega 3 dapat ditemukan dalam kenari, biji rami, dan ikan seperti salmon liar Alaska.
5. Rempah-rempah
Rempah-rempah tertentu seperti bawang putih, kunyit, kayu manis, jahe, dan cabai, memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan dalam mengurangi peradangan.
6. Air mineral
Sengaja tidak saya sebutkan dengan “air putih” karena takut ditafsirkan sebagai susu. Air mineral sangat berguna untuk membersihkan darah sehingga racun dalam darah dalam tersaring dengan baik oleh Glomerulus. Jika kekurangan cairan maka viskositas darah pun akan menjadi terlalu pekat sulit untuk disaring. Minimal minum dalam sehari sekitar 1,5 hingga 2 liter air dan konsumsi hingga 2,5 atau 3 liter air jika aktivitas berat seperti olah raga atau sejenisnya.
7. Whole grains
Menurut FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat,yang termasuk dalam whole grain adalah produk makananyang menggunakan biji-biji serelia utuh minimal 51% dari seluruh bahan baku, mulai dari dedak, endosperma, hingga lembaga, dalam komposisi yang proporsional.
Contoh whole grain adalah jagung, gandum, dan beras (https://bumiganesa.com/).
Kaya akan serat, whole grain membantu mengendalikan respon insulin dalam tubuh. Kandungan vitamin B yang tinggi juga membantu mengurangi hormon inflamasi homocystine dalam tubuh. (Destur/eSPer)
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.