Riset Terbaru: Foxo1 Pengaruhi Penyembuhan Luka Diabetes

Sebuah molekul telah diidentifikasi oleh para peneliti di University of Pennsylvania School of Dental Medicine yang mungkin menjelaskan mengapa penyembuhan luka penderita diabetes terganggu. Para ilmuwan percaya di balik penemuan molekul tersebut dimungkinkan pula akan ditemukan metode baru untuk terapi yang dapat meningkatkan penyembuhan, demikian kabar yang dirilis oleh Medicalnewstoday.

Pada tahun 2013, sebuah studi menemukan (bertentangan dengan penelitian sebelumnya) bahwa molekul Foxo1 mendorong penyembuhan dengan kedua sel perlindungan terhadap stres oksidatif dan merangsang molekul yang disebut TGF-β1 yang sangat penting untuk penyembuhan luka.

Tim Penn (sebutan tim penelitin dari Universitas School of Dental Medicine di Pnnsylvania) ingin menyelidiki apakah mekanisme ini juga terlibat dalam mengurangi daya untuk penyembuhan luka di antara orang dengan diabetes.

Dalam penelitian tersebut, pertama mereka mencari pasien diabetes untuk dijadikan objek penelitian. Bukan manusia melainkan tikus yang dijadikan penderita diabetes. Sebagai kelompok kontrol, juga dilibatkan tikut non-diabetik. Sesuai yang diperkirakan, tingkat kesembuhan luka tikus diabetik lebih lambat daripada tikus non-diabetik.

Tim kemudian mengulang penelitian dengan tikus yang dibiakkan untuk mengurangi Foxo1 yang terkandung dalam jenis sel yang disebut Keratinosit (keratinocytes). Para peniliti dibuat tercengang bahwa tidak adanya Protein Foxo1 dan Gen Foxo1 membuat luka tikus diabetik lebih cepat sembuh.

Berikutnya tim melakukan eksperimen dengan sel-sel dalam kultur. Tim menemukan bahwa sel-sel tersebut tidak dapat berkembang biak secara bebas dalam larutan dengan kadar gula tinggi, berbeda dengan medis larutan standar.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa dua molekul sinyal diatur oleh Foxo1, CCL20 dan IL-36γ yang terlibat dalam penurunan pergerakan sel dan secara luas mengurangi penyembuhan luka ditemukan pada penderita diabetes.

Pimpinan riset Dana t. Graves, profesor di Universitas jurusan Periodontik tersebut bersama wakil dekan bidang beasiswa dan riset mengatakan,”Dalam segi respon penyembuhan luka, Foxo1 kemungkinan adalah salah satu pusat regulator yang dipengaruhi oleh kondisi diabetik. Hal ini dapat menjadikannya target obat yang baik yang diberikan secara lokal untuk meminimalkan efek sistemik dalam luka diabetes”.

Sumber: Medical News Today
Ed: Destur

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

9 Comments

  1. loading...
  2. kalau berhubungan dengan penyakit diabetes memang mengerikan…luka biasa bisa berakhir diamputasi….saya pernah dulunya diceritakan salah satu warga jogja sewaktu menemankan kawan penelitian budaya, salah satu warga menuturkan bahwa ada keluarganya yang sudah parah kena penyakit kencing manis dan kemungkinan harus siamputasi…permasalahannya, mereka tidak punya biaya. selanjutnya ada orang yang menganjurkan untuk minum air seninya sendiri sesudah bangun pagi…akhirnya karena ingin sembuh keluarga orang itu melaksanakan anjuran tersebut….sekitar dua atau tiga bulan kemudian sipenderita berangsur sembuh…masalah ini benar atau tidaknya penuturan orang itu, kayaknya patut untuk diteliti…kadang obat malah datangnya pada suatu yang tidak masuk akal kalau dilihat dan dipikir secara biasa, namun kalau sudah dibuktikan dengan penelitian…mungkin bisa menjadi terobosan….ok menarik infonya dan terima kasih gan…salam sahabat blogger.

    1. itulah gan yang menjadi permasalahan…masalah haram atau tidaknya….ada beberapa orang mengatakan tidak masalah selama itu untuk obat…dan harus berhenti kalau sudah sembuh lalu diganti dengan obat lainnya….tapi saya masih ragu dan semoga tidak kena penyakit kencing manis ya gan, amin….ok makasih infonya ya bro. salam sahabat blogger dan happy blogging

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker