Potensi Dakwah Melalui Aplikasi Whatsapp

0
Smartphone seolah bukan fenomena yang asing lagi namun justru menjadi fenomena tak terbantahkan bahwa manfaat dari teknologi kini begitu kian terasa. Sejak kemunculannya dalam deretan aplikasi chatting, Whatsapp begitu santer. Jika dibandingkan dengan dereta aplikasi obrolan online lain yang bahkan menempuh periklanan baik televisi mau pun internet atau juga media cetak namun fasilitas serba simpel yang disajikan oleh Whatsapp atau WA biasa disebut, tetap menjadi raja diranah aplikasi chatting.
Keberadaan WA cukup potensial untuk penyebaran informasi. Mengingat perkembangan informasi yang kini semakin gencar maka perlu diimbangi dengan penyebarannya yang juga cepat. Dalam WA tersedia dua jenis media yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi secara cepat dan massif. Dua mode itu adalah Broadcast dan Group.

Dulu, ketika awal kemunculannya, WA menyediakan mode grup dalam aplikasinya yang hanya terbatas sebanyak 50 member. Kini, WA meningkatkan kapasitas grup tersebut menjadi maksimal 100 member dengan tambahan mode admin yang dapat ditambahkan sehingga grup bisa diampu oleh beberapa orang.
Cukup menguntungkan jika dikalkulasikan tiap grup berisikan 100 member lalu jika dibuat 10 grup maka akan terbentuk komunitas beranggotakan 1000 member. Hal ini cukup krusial jika 1000 member tersebut adalah kaum Muslimin yang berdomisili di propinsi yang berbeda-beda. Penyebaran dakwah ini akan lebih marak lagi jika tiap member yang tergabung dalam komunitas tersebut juga membuat grup sebanyak minimal 5 grup lagi yang sehingganya tiap member memiliki anggota sebanyak 500 member dan begitu seterusnya. Begitu potensialnya grup WA ini tentu harusnya dapat dijadikan sebagai langkah para da’i untuk menunjang dakwah.
Tidak cukup hanya dengan grup, WA juga menyediakan layanan Broadcast Message. Dalam BCM (Broadcast Message) ini, admin dapat menambahkan ke dalam member BCM-nya sebanyak maksimal 256 dalam satu daftar. Jika admin memiliki 10 daftar yang tiap daftar berisikan 256 member maka dalam sekali mengirimkan pesan maka pesan tersebut akan langsung diterima oleh 25.600 member. Jika dibandingkan dengan grup yang tiap grup hanya berisikan 100 maka BCM ini akan lebih potensial hanya tiap media ini masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan grup dibandingkan broadcast adalah akan terjalinnya ukhuwah (hubungan persaudaraan) yang lebih erat karena terjalin obrolan dengan para member secara bersamaan. Ada pun kekurangan dari grup adalah perlu disusun aturan main dalam grup sehingga member tidak berbuat seenaknya kecuali jika memang itu grup obrolan santai yang tanpa perlu aturan main. Terkadang terjalin diskusi yang panjang dan tidak berisi, jika itu hanya berlangsung singkat tak masalah namun jika terjadi berkali-kali maka cenderung sia-sia meskipun keakraban bisa terjalin. Selain itu, informasi penting terkadang sulit untuk dibaca karena tergeser ke atas oleh para komentator. Hal ini mengakibatkan terganggunya proses penyampaian informasi. Lain daripada itu, ponsel akan lebih sering berbunyi karena banyaknya member yang akhirnya menuliskan komentarnya dalam grup meskipun dapat disetel dengan mode diam (tidak berbunyi jika ada pesan baru masuk dalam grup).
Sedangkan untuk broadcast, kelebihan dari mode ini adalah tersebarnya pesan secara langsung kepada personal sehingga pesan dapat langsung dibaca tanpa member masuk grup lalu menggeser ke atas cukup jauh karena tergeser oleh para komentator. Dalam broadcast juga dapat mengirimkan lebih banyak member daripada grup. Dengan mode broadcast ini juga, bagi para member yang ingin tabayyun maka dapat langsung disampaikan kepada admin tanpa harus memperpanjang diskusi dari tiap isi kepala para member. Kelemahannya adalah broadcast adalah potensi terjadinya virus merah jambu akan lebih besar karena komunikasi bisa terjalin 2 arah. Hal ini perlu diwaspadai sehingganya dapat terjalin broadcast yang lebih sinergi.
Kesimpulan dari penjabaran di atas adalah bahwa potensi Whatsapp sebagai media dakwah sangatlah tinggi. Selayaknya mendapatkan perhatian tersediri bagi para da’i agar mempertimbangkan untuk memaksimalkan layanan ini dengan sebaik mungkin. Pengguna aplikasi ini pun dapat dikatakan lebih banyak daripada aplikasi chat lain.

Tinggalkan Komentar