Perilaku Istri yang Menjadi Penghalang Dakwah Suami

0
Keluarga adalah sebuah organisasi kecil yang dapat menghasilkan kekuatan yang mampu mengguncang dunia. Bagaimana tidak, sudah terbukti bagaimana Rosuulullaah membentuk sebuah komunitas terbesar di alam ini dengan Islam sebagai basis pergerakan di awali dari keluarga. Generasi pertama kehidupan manusia pun diawali dari sepasang lelaki dan perempuan yang begitu luar biasa yakni Adam ‘alayhis salam dan Hawa.
Begitu pentingnya kehidupan berkeluarga yang sinergi antara istri dan suami. Beban dakwah suami yang berprofesi sebagai pendakwah tentunya akan menemui berbagai macam halang rintang. Ketika halang rintang ini dihadapi bersama maka akan terasa lebih ringan. Akan berbeda kondisi ketika sang istri ternyata justru menjadi penghalang suami untuk berdakwah.

Perilaku istri secara umum yang dapat menghalangi suami untuk berdakwah disampaikan oleh ‘Abdullah bin Ahmad Al A’laf dalam buku beliau yang telah diterjemahkan oleh Pustaka Arafah dengan judul Kiprah Dakwah Muslimah. Beberapa poin perilaku yang dapat menghalangi dakwah suami diantaranya:
  1. Banyak mengeluh tentang kondisi suami yang jauh dari rumah atau terbatasnya waktu untuk bertemu dengannya.
  2. Banyak permintaan tanpa mempertimbangkan waktu yang tepat dalam mengutarakan permintaan tersebut.
  3. Dengan tidak sadar, lalai menjaga rahasia rumah tangga dan tidak mengetahui efek negatif yang ditimbulkannya, membandingkan antara suaminya dengan suami kerabat, teman atau kenalannya. Dan yang paling ringan dia membandingkan kondisi rumah yang penuh dengan percekcokan, ancaman dan pukulan serta penyiksaan dengan menggunakan obat-obat terlarang dan pergaulan bebas. 
  4. Lemah dalam mendidik anak-anaknya dengan alasan bahwa sang suami adalah yang pertama bertanggung jawab dalam mendidik anak.
  5. Hilangnya raut muka yang cerah dikarenakan suaminya sering terlambat pulang dan terlalu sibuk.
  6. Banyak mengumbar janji kepada kerabat dan orang yang dicintainya tanpa melihat kemampuan suaminya untuk memenuhi janji-janji tersebut.
  7. Mudah terpengaruh dengna perkataan wanita lain dan percaya dengan semua yang dikatakannya.
  8. Mengingkari jasa dan pergaulan baik sang suami kepadannya.
  9. Terlalu memperhatikan penampilan luar dan perhiasannya.
  10. Melemahkan semangat suaminya karena rendahnya cita-cita yang dimilikinya.

Tinggalkan Komentar