Kenali Ciri Kesiapan Anak Untuk Toilet Training

Anak

Senyumperawat.com – Anak yang masih sering mengompol adalah masalah yang harus segera dicari solusinya. Tak sedikit orang tua yang menghadapi anak yang masih suka mengompol dengan sebuah amarah. Hal ini tak jarang diiringi dengan tindakan kekerasan semisal pukulan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah apakah hal itu memberikan solusi atau justru menciptakan masalah baru.

TIndak kekerasan terhadap anak akan berimbas kepada watak anak tersebut ketika beranjak dewasa. Oleh karenanya, orang tua harus memahami terlebih dahulu bagaimana menjadi orang tua yang baik sebelum menentukan pilihan untuk membentuk sebuah keluarga.

Dalam melatih anak untuk buang air kecil atau besar secara mandiri, maka antara orang tua dan anak harus benar-benar siap. Siap di sini adalah orang tua memahami cara mendidik anak terlebih sifat, ciri atau karakter dasar anaknya. Hal ini penting karena memahami karakter anak dapat menentukan bagaimana anak akan dididik dengan metode yang sesuai.

Dalam hal toilet training, ada ciri-ciri anak telah siap untuk diajarkan cara buang air secara benar. Ada pun ciri-ciri tersebut diantaranya:

  1. Anak mampu menunjukkan bahwanya popok basah atau kotor.
  2. Anak tampak tertarik pada kloset atau toilet.
  3. Anak mampu mengatakan bahwa dia ingin pergi ke toilet.
  4. Anak mengerti dan mengikuti petunjuk dasar tentang cara BAB dan BAK.
  5. Anak merasa tidak nyaman jika popoknya basah atau kotor.
  6. Anak tidak mengompol untuk periode 2 jam atau lebih pada siang hari.
  7. Anak bangun dari tidur siang dengan popok kering.
  8. Anak dapat menarik celananya turun dan kemudian dinaikkan lagi.

Beberapa hal di atas adalah ciri secara umum. Untuk ciri secara khusus tentu tiap anak akan bertingkah sesuai karakternya dan inilah tugas orang tua untuk memahami karakter dasar anaknya. (Destur/eSPer)

10 thoughts on “Kenali Ciri Kesiapan Anak Untuk Toilet Training

  1. oh gitu ya, info yang menarik nih mas, sekarang anak saya baru 5 bulanan, besok kalau sudah agak besar, coba saya perhatikan bagaimana melatihnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.