Jangan Hanya Bermimpi, Tentukan Pilihan Lalu Kejar

Telisik pagi ini tak tampak seperti kemarin. Langit kemarin tampak begitu murung karena kesedihan awan putih. Pagi ini awal putih itu tampak akan berseri meski sempat meneteskan air mata. Begitulah rona kehidupan seorang hamba. Senantiasa labil dalam menanti keputusan. Labil bagi yang belum memahami hakikat sabar dan tawakal namun niscaya tenang bagi yang menanamkan iman yang menghujam dalam hati.
Prolog yang cukup berkaitan dengan inti masalah dalam tulisan ini. Mimpi adalah harap yang dapat terwujud jika memang definitif dan terukur secara riil. Salah satu kegundahan seorang bujang dan gadis pada usia yang menginjak kepala 2 terajut dalam sebuah kalimat pendek,”Ya Allah, siapakah jodohku?”.
Petuah singkat dalam tulisan ini pun bukan hanya ditujukan bagi pembaca melainkan bagi penulis sendiri. Itulah salah satu warna dalam kehidupan yang harus dilalui oleh tiap makhluk yang bernama manusia. Sebagai genenari akhir zaman, tentu semakin jauh dari aroma kehidupan akhlaq mulia Rosulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam. Hal ini menjadikan kita menjadi generasi pemuda yang tak mungkin seperti Rosulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam dalam mendapatkan jodoh. Sebagaimana kita ketahui, masa itu Rosuulullaah begitu karismatik sehingga banyak yang menawarkan dirinya untuk diperistri atau juga banyak shohabat rodhiyallaahu ‘anhum menawarkan putrinya untuk dinikahi oleh Rosulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam. Ada pula kisah Bilal bin Robah rodhiyallaahu ‘anhu yang dilamarkan oleh Rosulullaah ‘alayhi was salaam dengan seorang akhwat yang sangat menawan. Secara fisik sebagaimana kita ketahui, sahabat Rosul yang dijamin masuk surga ini adalah sosok yang hitam legam. Namun ternyata kemuliaan akhlaq beliau meluluhkan sang wanita cantik itu dan akhirnya mau menerima lamaran itu, tidak salah lagi Rosulullaah ‘alayhi wa sallam yang melamarkan.
Begitu indah kehidupan di masa Nubuwwah mau pun khulafa-ur rosyidin. Akhlaq ketika begitu luar biasa karena naungan Al Quran dan Sunnah begitu kental. Tidaklah akan serupa pada generasi sekarang. Jauh dari Al Quran dan Sunnah melainkan lebih dekat dengan akhlak Dajjal.
Biarlah masa berlalu hingga kini kita berada pada era Mulkan Jabariyyah yang insyaa Allaah dekat sekali dengan masa akhir zaman yakni Khilafatun ‘Ala Minhajin Nubuwwah yang terakhir. Pada era ini Rosuulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam menjamin bahwa generasi akhir zaman kelak akan mendapatkan pahala 60 kali lipat pahala para Shohabat rodhiyallaahu ‘anhu. Kenapa demikian, tentu saja ketika generasi akhir zaman yang jauh dari Rosuulullaah ‘alayhi was salaam namun begitu kuat menggenggam sunnah.
Persoalan pelik yang cukup membuat gundah-gulana adalah ketika dihadapkan dengan pernikahan. Jika dahulu masa An Nubuwwah atau Khilafatuh ‘ala minhajin nubuwwah, baik ikhwan mau pun akhwat begitu tertara secara ‘aqidah dan akhlaq. Namun hal ini cukup sulit untuk dicari pada era akhir zaman. Dalam persoalan ini, mendapatkan bidadari bermata jeli adalah bagaikan mencari sehelai rambut hitam di dalam tumpukan jerami.
Menyikapi hal itu, ada tips yang sekiranya dapat diterapkan jika memang layak. Perhatikan dengan seksama:

  1. Carilah jodoh di pengajian bukan di mall
  2. Carilah dengan cara yang baik yakni bisa menanyakan kepada ustadz atau ustadzah karena seorang guru yang baik akan memahami  mana muridnya yang baik dan sudah siap.
  3. Pilih salah satu yang membuat hati merasa nyaman, bukan berlatar belakang nafsu namun ‘aqidah dan menghujam dalam hatinya.
  4. Tentukan potensi di masa depan, ketika memilih pasangan hendaknya potensi Islamisasi baik dalam ranah keluarga mau pun proses iqomatud dyn dapat berjalan sinergi.
  5. Perhatikan profil secara seksama terutama semangatnya dalam menegakkan Islam dan pemahamannya terhadap khasanah keilmuan. Sinergi antara Irodah (kemauan) dan Tashowwur (pemahaman) akan menghasilakan kinerja yang maksimal.
  6. dan masih banyak lagi tips lainnya.
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker