Gagallah Menjadi Orang Gagal, Bagian 2

0
Ada banyak sekali outlet makanan cepat saji tersedia di Jogja. Tiap rumah makan memiliki khas masing-masing dengan selera pengunjung yang beraneka ragam. Teringat sebuah kasus yang diungkap oleh ustadz Tri Asmoro tatkala beliau makan bersama istri. Tatkala itu beliau berkisah bahwa beliau ingin mengajak istri makan di luar rumah, dalam arti makan di rumah makan atau warung makan sekedar melepas kepenatan bersama. Dimulailah perjalanan beliau hingga menemukan sebuah warung soto. Sebelumnya istri beliau ketika ditanya ingin makan yang segar-segar dan tidak menentukan makan apa melainkan dijawab dengan sebuah kata penuh makna “terserah”. Ketika ditanya untuk makan soto maka sang istri pun berkata,”Ya, jangan soto”. Kemudian perjalanan dilanjutkan dan bertemu dengan warung mie godok dan jawabannya pun serupa hingga akhirnya beliau memasak mi rebus di rumah.
Gagal kah?

Ya, gagal makan di luar dan satu yang dapat kita ambil hikmahnya adalah gagal fokus. Fokus pada apa yang sebenarnya mau dituju karena belum menentukan sebelum menapaki langkah. Fokus pada jalan yang menuju apa yang telah direncanakan.

Fokus akan terkonsep dengan sendirinya jika tujuan telah jelas. Seorang peneliti merumuskan tujuan terlebih dahulu sebelum menyusun penelitian sehingganya tahapan demi tahapan yang dilalui dapat diukur. Dalam menentukan fokus tujuan yang akan dicapai hendaknya kita membuat konsep yang matang. Fokus pada tujuan pun tidak serta-merta mengacuhkan sekeliling. Gagal fokus, juga termasuk didalamnya gagal mendapatkan nilai sempurna dalam tiap tahapan yang disusun untuk menuju fokus tujuan.
Kiat-kiat menggagalkan gagal fokus
Mengingat fokus adalah bagian dari tahapan menuju sukses, maka seorang yang telah mempersiapkan konsep yang matang hendaknya tetap berada pada rel yang semestinya. Perhatikan seksama penjabaran dalam poin berikut:

  1. Menempati tempat yang telah disediakan. Sebagai seorang makhluk, maka tempat yang tepat bagi kita adalah sabagai hamba yang baik. Hamba yang baik adalah yang menjalankan syari’at Islam dengan sebaik mungkin yakni menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang telah ditetapkan dalam Al Quran dan Sunnah. Konsep menuju sukses yang begitu tepat sehingga fokus kita dalam menjalankan konsep yang telah dibuat akan lebih barokah.
  2. Menempati ruang yang telah ditentukan. Ruang lingkup yang jelas dalam menjalankan misi tentu sangat berpengaruh. Fokus pada bidang yang digeluti dan terutama bidang yang disukai sehingga akan dapat maksimal.
  3. Menempati waktu yang tepat. Konsep yang telah dibuat haruslah ditentukan skema waktu pencapaian. Hal ini akan dapat memberikan kejelasan batasan waktu toleransi dalam melakukan aktivitas.

Tinggalkan Komentar