Gagallah Menjadi Orang Gagal, Bagian 1

0
Kegagalan dengan kesuksesan adalah antonim yang tak sulit dipahami. Sebuah kesuksesan banyak diukur dari tampak fisik seseorang dalam menjalani hidup. Misal saja seseorang kesehariannya bepergian mengenakan pakaian yang indah dengan menggunakan mobil yang berkilauan ketika tersinari cahaya matahari. Ada pula mereka yang dianggap sukses adalah yang memiliki rumah mewah dan memiliki perusahaan besar dan lain sebagainya. Kesuksesan yang masih digambarkan secara umum. Begitu pun kegagalan yang juga secara umum adalah ketika seseorang tidak dapat memperoleh segala atribut fisik yang tampak mencolok mata.

Kesuksesan dalam pandangan Islam adalah mereka yang dapat secara total menginfaqkan dirinya untuk Pencipta dirinya. Tidak dipungkiri lagi bahwasanya Islam mengajarkan manusia untuk senantiasa menjadi seorang hamba yang segala aktivitasnya adalah untuk beribadah kepada Allaah.
Indikator yang konkrit mestinya didudukkan secara baik. Kesuksesan dan kegagalan menurut pandangan Islam tentu akan berbeda jika dilihat dari sudut pandang global. Dalam Islam, orang yang sukses adalah mereka yang berhasil mendapatkan kehidupan sebenarnya di akhirat. Kehidupan akhirat adalah kehidupan sebenarnya sedangkan kehidupan dunia hanyalah sarana untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan sebenarnya itu. Mulai dari kita lahir hingga akhirnya meninggal dunia, ciri-ciri kita mendapatkan kesuksesan bisa saja dilihat dari saat kia mulai meninggalkan dunia selamanya. Momen itu akan tampak ketika kita menghadapi sakarotul maut. Orang sholih dengan ahli maksiat akan sangat berbeda dalam menghadapi malakul maut. Bagi mereka yang senantiasa menjaga diri untuk istiqomah menegakkan Islam dan mengamalkannya akan mendapatkan kondisi husnul khotimah, akhir yang baik. Tidak sedikit kisah yang dapat kita ambil hikmah seperti kisah mereka yang lebih mementingkan permainan papan caturnya daripada memenuhi panggilan adzan atau mereka yang lebih suka menghabiskan waktunya untuk menonton pertandingan bola daripada bangun tengah malam untuk sholat tahajud. Bisa jadi ketika malakul maut menghampiri yang ia ucapkan adalah kalimat pamungkas yang fenomenal. Para fanatisme bola, bisa jadi ketika akhir hayatnya menjemput, yang ia ucapkan bukanlah ucapan tauhid melainkan ucapan “Gollllllllllll!!!!!”.

Kegagalan seseorang menjadi orang adalah ketika ia tidak dapat memposisikan dirinya sebagai hamba yang baik. Kegagalan di sini dapat dijabarkan dalam beberapa poin dasar. Beberapa poin tersebut adalah sebagaimana yang penulis paparkan pada paragraf beriikutnya.

1. Gagal Paham
Pelajaran tauhid sejak kecil sudah diajarkan kepada kita namun sejauh mana kita memahami esensinya adalah menentukan sejauh mana kita dapat dikatakan menjadi orang sukses atau orang gagal. Gagal paham dalam memahami tauhid dapat dibagi lagi menjadi gagal mencari sumber ilmu tauhid, gagal mencari guru, gagal memahami sumber ilmu, gagal mengamalkan ilmu.

Konsep perilaku sebagaimana kita pahami adalah mulai dari tingkat pengetahuan, sikap kita terhadap apa yang kita pelajari dan bagaimana keduanya itu menghasilkan tindakan yang terarah. Pemahaman yang baik akan menentukan perilaku, maka sejatinya belajar adalah sebuah kewajiban mengingat hadits:

Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. (HR. Ath-Thabrani)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.