Askep Fibrilasi Ventrikel/Ventricular Fibrillation

0
Fibrilasi ventrikel (FV) adalah disritmia yang mematikan dan ditandai oleh aktivitas listrik ventrikel yang tidak teratur, ventrikel memproduksi gelombang yang tidak efektiv dan menyerupai getaran. Bentuk dan ukuran gelombangnya sangat bervariasi, dan tidak terlihat gelombang P, QRS maupun T. Tidak ada depolarisasi ventrikel yang terorganisasi sehingga ventrikel tidak mampu berkontraksi sebagai suatu kesatuan. Kenyataannya, ventrikel kelihatan seperti bergetar tanpa menghasilkan curah jantung.

Fibrilasi ventrikel merupakan penyebab henti jantung tersering dan biasanya disebabkan oleh iskemia akut atau infark miokard. Tidak ada curah jantung dan nadi pada fibrilasi ventrikel. Istilah “Coarse” (kasar) dan “Fine” (sering digunakan untuk menggambarkan ukuran atau amplitudo bentuk gelombang fibrilasi ventrikel. Secara umum ventrikel yang kasar lebih harus diperhatikan pada awal serangan dan lebih mungkin untuk diperbaiki secara cepat dan tepat. Fibrilasi ventrikel halus memiliki durasi yang mulai dari awal serangan dan lebih sulit untuk pulih. Pada situasi yang mengancam kehidupan dan harus diatasi dengan fibrilasi yang tepat. Penyebab fibrilasi ventrikel yang lazim adalah infark miokard akut (IMA), penyebab lainnya meliputi hypoxia, shock electrical, syndrom kematian mendadak dan keracunan digitalis atau quinidine. Fibrilasi ventrikel tidak lazim terjadi pada kelmpok umum anak-anak dan khususnya bayi.

Pengkajian
A. Subjektif
1. Riwayat penyakit sekarang: Tidak berespon
2. Riwayat medik

  • Baru saja menderita miokard infark (IM)
  • Penyakit jantung
  • Penggunaan obat-obat jantung

 


B. Objektif
1. Pemeriksaan fisik
  • Tidak sadar
  • Tidak ada nadi dan tekanan darah
  • Suara jantung tidak ada
  • Apnea
2. Pemeriksaan penunjang
  • EGC = Kecepatannya sangat cepat, biasanya sangat tidak teratur jumlahnya, irama tidak teratur, bentuk gelombang bervariasni dalam ukuran dan bentuk, tidak ada gelombang P, QRS, segmen ST atau gelombang T
  • Analisa gas darah (AGD)
  • Elektrolit serum, digitalis, quinidin
  • Penilaian cardiac serum

 


C. Analisis

  1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran
  2. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakteraturan irama jantung
  3. Penurunan cardiac ourput berhubungan dengan ketidakteraturan irama jantung
  4. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan tidak adanya cardiac output
  5. Anxietas/ketakutan berhubungan dengan besarnya masalah psikologi dan potensial kematian pasien

 


Planing/Intervensi
1. Pertahankan jalan nafas

  • Dorong rahang/manuver angkat dagu (chin-lift)
  • Oropharyngeal/nasopharyngeal suctioning
  • Oropharyngeal/nasopharyngeal airways
  • Endotracheal tube

2. Lakukan ventilasi mulut-masker jika diperlukan
3. Lakukan ventilasi buatan dengan kantong-masker yang dihubungkan dengan oksigen 100%
4. Fibrilasi ventrikel yang termonitor

  • Pukulan dada : harus dilakukan dengan segera dan dilakukan hanya jika defibrilator tidak tersedia
  • Jika irama berubah, berikan lidocain secara IV bolus, diikuti dengan pemberian secara kontinyu lidocain perinfus
  • Jika fibrilasi ventrikel tidak berubah, ikuti langkah pada item (5)

5. Fibrilasi ventrikel yang tidak termonitor

  • Lakukan CPR
  • Identifikasi fibrilasi ventrikel melalui monitor ECG atau fibrilasi monitor
  • Defibrilasi dengan kekuatan 200 J, cek irama jantung
  • Jika tidak sukses, lakukan defibrilasi lagi dengan kekuatan 300 J, cek irama jantung
  • Jika tidak sukses, lakukan defibrilasi lagi dengan kekuatan 360 J, cek irama jantung
  • Jika tidak sukses, lakukan CPR
  • Jika pasien tidak diintubasi, siapkan/bantu dengan intubasi
  • Pertahankan IV line dengan kateter berukuran besar, berikan larutan garam normal dengan kecepatan KVO
  • Berikan epinephrin per IV atau endotracheal, berikan semua obat-obatan selama resusistasi 30-60 detik sampai terjadi sirkulasi sebelum fibrilasi, selalu cek nadi dan irama setelah setiap intervensi, berikan epineprin setiap 3-5 menit selama diperlukan.
  • Defibrilasi dengan kekuatan 360 J, cek nadi dan irama jantung
  • Jika tidak sukses, berikan lidocain per IV atau endotrakheal, cek nadi dan irama, ulangi selama diperlukan sampai dosis maksimum
  • Jika tidak sukses, lakukan defibrilasi dengan kekuatan 360 J, cek nadi dan irama
  • Berikan bertylium, jika lidocain dan defibrilasi juga tidak sukses, cek nadi dan irama jantung
  • Jika fibrilasi ventrikel tidak berubah, defibrilasi dengan kekuatan > 360 J, cek nadi
  • Pertimbangkan pemberian sodium bicarbonat, jika
                   * Pasien pre telah mengalami hyperkalemia
                   * Pasien diketahui asidosis
                   * Diketahui overdosis antidepresan
                   * Interval arrest yang lama
  • Pikirkan dengan benar, penyebab fibrilasi ventrikel pada anak-anak (mis : metabolisme yang tidak normal, intoksikasi obat)
  • Dosis energi optimal tidak bisa dipertahankan pada apsien anak-anak, anjurkan untuk memberikan 2 J/Kg pada awal penggunaan. Jika tidak berhasil, dosisi dilipatgandakan dan diulang sebanyak 2 kali, jika fibrilasi ventrikel berlanjut, kaji ventilasi, oksigenisasi dan koreksi asidosis

6. Pasang nasogatric tube untuk melindungi jalan nafa dari aspirasi
7. Sewaktu nadi kembali spontan, monitor secara terus menerus

  • 1. Tingkat kesadaran
  • 2. Kecepatan dan irama jantung
  • 3. Tekanandarah
  • 4. Upaya pernafasan/ventilasi mekanik
  • 5. Nadi perifer
  • 6. Warna kulit dan membrane mukosa
  • 7. Output urine

8. Berikan dukungan ventilator
9. Persiapkan untuk pemberian obat-obatan untuk memperbesar TD, kecepatan dan irama jantung
10. Coba berikan tempat menunggu tersendiri untuk hal-hal yang penting lainnya
11. Berikan secara teratur penghubung (ahli agama) dengan staff/yang lainnya
12. Berikan hal-hal yang berarti lainnya dengan informasi yang akurat dan realistis untuk menjaga status klien
13. Jaga ketenangan, sikap empati
14. Anjurkan untuk bertanya : mendemonstrasikan respon emosional pengobatan, diskusikan denial dengan lemah lembut
15. Tawarkan ahli agama atau orang lain yang dapat mendukung.

Pictures:

www.bem.fi
https://www.doctortipster.com/

Tinggalkan Komentar