Apa pun Bisa Jadi Inspirasi, Itulah Penulis Blog

Dalam pelajaran sejarah semasa SMP, kita diajarkan tengan peradaban manusia purba. Di balik segala kedustaan itu ada satu poin yang bisa jadi inspirasi. Evolusi yang sejatinya adalah perubahan dari kesederhanaan menjadi kesempurnaan merupakan sebuah keniscayaan. Wikipedia berkata bahwa Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik. Perubahan itu akan terus terjadi sekecil apa pun itu.
Paragraf di atas adalah sekelumit dari tulisan yang dapat saya kembangkan hingga berhalaman-halaman. Tentunya harus saling berkaitan dan tidak lompat-lompat segmentasinya kecuali diberikan penjelasan. Begitulah terkadang inspirasi itu datang dari apa pun. Benda yang kita lihat pun dapat menjadi bahan tulisan yang cukup bermakna. Tinggal bagaimana pengemasan dari sang penulis sehingga dapat mewakili isi hati dan pikiran penulis.
Contoh dari tulisan yang bersifat kiasan dapat dirangkai dari sebuah benda. Sekarang di dekat saya ada sebuah Mouse. Beberapa part dan fungsinya dapat kita ungkapkan dan korelasikan dengan kehidupan atau bahkan dalil pun bisa dimasukkan tentunya dengan penempatan yang tepat bukan asal comot dalil. Dalam sebuah paragraf di bawah akan coba saya rangkai menjadi sebuah tulisan bermakna.
Jalan kehidupan ini tidaklah akan menemui sebuah pemberhentian yang nyaman kecuali kita memiliki setiap jengkal jalan itu. Keberadaan kita di tempat kita saat ini atau pun beberapa menit ke depan tidak lepas dari di mana kita sedang berpijak. Jalan panjang itu jika kita bandingkan dengan perjalanan Mouse dalam menggeser tiap website yang kita buka dari atas ke bawah mungkin tak sebanding. Sejatinya jika kita bandingkan dengan perjalanan kita yang tidak seterjal Mouse itu dalam melaksanakan fungsinya. Oleh karenanya, Mouse yang selalu menempuh perjalanan naik dan turun tersebut saja tidak pernah mengeluh kenapa kita mengeluh. Sampai pada pernyataan itu pasti ada yang menyangkal bahwa “Mouse kan tidak punya hati dan pikiran, wajarlah tidak mengeluh”. Benar sekali kawan, maka untuk menjawabnya saya sampaikan,”Mouse itu tidak mengeluh memang tapi ternyata dengan tidak mengeluh itu ia bisa menyelesaikan tugasnya kok, kenapa kita nggak bisa, toh justru kita diberikan otak dan hati, harusnya bisa lebih sempurna daripada sekedar Mouse yang hanya memiliki fungsi terbatas”. Begitulah jalan dakwah ini, terjal dan banyak keluhan terkhusus dari mereka yang belum memahami tabiat jalan perjuangan Islam. Keringat dan air mata tak akan lekang dari penegakan syari’at, lantas apakah kita akan berhenti sebelum leher-leher kita dipenggal. Tersedia dua pilihan untuk kita, Click Play atau Click Stop.
Kedua contoh tulisan di atas saya tuliskan spontan dan bisa jadi sebuah tulisan panjang, terkait bermakna atau tidak tentu itu penilaian personal. Selebihnya untuk kawan-kawan seperjuangan dalam dunia blog, mari kita tingkatkan kemampuan kita dalam menyusun tiap kata dengan rajin melatih otak untuk membuka wawasan dan peka terhadap setiap kejadian yang tertangkap panca indera.

Pos terkait