Tindakan Keperawatan Untuk Pasien Jiwa, Halusinasi

Pasien halusinasi bukanlah pasien yang mudah untuk ditaklukkan. Perbedaan persepsi dengan orang waras saja terkadang sulit untuk disatukan apalagi dengan orang yang sedikit terganggu. Secara mendasar dalam menghadapi pasien halusinasi, tujuan tindakan keperawatan yang diberikan adalah agar pasien mengenali bahwa itu adalah halusinasi. Setelah memahami bahwa sebenarnya pasien itu mengalami halusinasi, maka berikutnya adalah agar pasien dapat mengontrol halusinasi itu secara perlahan. Setelah itu pasien mau mengikuti program pengobaran secara maksimal agar terlepas dari halusinasi yang selalu menghantui.
Tindakan keperawatan yang dapat diterapkan pada pasien halusinasi ada beberapa tahapan:
  1. Bina hubungan saling percaya
  2. Mengkaji halusinasi
  3. Mengenalkan masalah halusinasi pada pasien
  4. Melatih cara mengontrol halusinasi
  5. Memaksimalkan terapi medikasi sesuai program
Kesemuanya tahapan atau tindakan tersebut tentunya tergantung pada keseriusan pasien untuk sembuh, keuletan tenaga medis dan fasilitas yang memadai.
Membina hubungan saling percaya meliputi aspek-aspek dasar dalam berkenalan. Hubungan saling percaya akan mempermudah petugas medis untuk memberikan terapi. Ada pun beberapa tahapan yang dijalani dalam proses bina hubungan saling percaya (BHSP) diantaranya:
  1. Selalu mengawali pertemuan dengan salam (jika sesama muslim hendaknya ucapkan assalaamu ‘alaykum)
  2. Perkenalan, perawat hendaknya terlebih dulu mengenalkan diri kemudian dilanjutkan dengan pasien namun terlebih dahulu perawat hendaknya membaca status pasien sebagai referensi dasar karakter. Asal daerah cukup membantu memberikan bayangan karakter seseorang.
  3. Membuat kontrak. Setiap kegiatan yang akan dilakukan bersama hendaknya melakukan kontrak waktu dan tempat dengan pasien. Jangan sampai perawat terlalu asyik dengan tindakannya tapi pasien sudah merasa sangat jenuh.
  4. Menerapkan sikap terapeutik. Empati kepada pasien dapat menjadikan interaksi yang baik. Termasuk di antara contoh tindakan terapeutik adalah
  • Mendengarkan keluhan pasien dengan perhatian
  • Tidak membantah dan mendukung halusinasi yang pasien alami
  • Segera memberikan bantuan jika pasien membutuhkan
Setelah ada hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien, berikutnya adalah mengkaji halusinasi yang klien alami. Poin-poin dasar dalam mengkaji halusinasi pasien diantaranya:
  1. Jenis halusinasi
  2. Isi halusinasi
  3. Waktu halusinasi
  4. Frekuansi halusinasi
  5. Situasi yang menimbulkan halusinasi
  6. Respon pasien terhadap halusinasi yang dialami
Tahapan berikutnya setelah perawat mendapatkan data-data di atas adalah memberikan penjelasan terkait dengan halusinasi. Dalam hal ini, pasien diberikan pemahaman dasar terkait dengan:
  1. Pengertian halusinasi
  2. Jenis halusinasi
  3. Tanda munculnya halusinasi
  4. Penyebab halusinasi
  5. Respon terhadap halusinasi
Setelah pasien memiliki pengetahuan dasar terkait halusinasi, berikutnya adalah melatih pasien untuk melakukan tindakan penolakan terhadap halusinasinya. Hal penting dalam hal ini adalah pasien benar-benar memahami bahwasanya pasien mengalami halusinasi. Istilah menolak halusinasi ini biasa disebut dengan menghardik. Ada pun tahapannya adalah
  1. Menjelaskan cara mengontol halusinasi (menghardik)
  2. Menjelaskan tujuan menghardik
  3. Menjelaskan waktu-waktu untuk melakukan tindakan menghardik
  4. Memperagakan cara menghardik
  5. Meminta pasien untuk memeragakan cara menghardik
  6. Menganjurkan pasien untuk memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
  7. Melakukan evaluasi terhadap hasil pencapaian dari tindakan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan selain menghardik adalah dengan bercakap-cakap. Mengobrol dengan orang lain dapat memberikan sebuah efek distraksi atau pengalihan perhatian pasien dari halusinasinya. Tindakan ini perlu dilakukan dengan tanpa memberikan jeda terlalu lama pada pasien karena jika jeda obrolan terlalu lama maka fokus pasien dapat beralih sewaktu-waktu pada halusinasinya. Adapun intervensi yang dapat dilakukan dengan teknik ini diantaranya
Menjelaskan cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
  1. Tujuan bercakap-cakap
  2. Waktu yang tepat untuk bercakap-cakap
  3. Memperagakan cara bercakap-cakap
  4. Meminta pasien untuk mengulangi
  5. Menjadwalkan dalam jadwal kegiatan harian pasien
  6. Evaluasi hasil pencapaian pasien
Tindakan lain yang dapat ditempuh untuk pasien halusinasi adalah melakukan tindakan yang terjadwal. Menyibukkan diri dengan hal-hal positif adalah bagian dari terapi. Aktivitas di sini hendaknya jika pasiennya adalah seorang muslim, harus selalu senantiasa mendekatkan diri kepada Allaah. Baik itu thilawah qur-an, sholat, dzikir atau ‘ibadah yang lain. Kegiatan lain juga bisa dilakukan seperti bersih-bersih atau sejenisnya.
Patuh dalam terapi medikasi, termasuk bagian penting dalam upaya mengembalikan persepsi pasien halusinasi. Patuh minum obat perlu mendapatkan perhatian mengingat pasien dengan halusinasi terkadang tidak menyadari bahwa ia sebenarnya sedang mengalami gangguan kesehatan.
Share

This website uses cookies.