Prinsip Dasar Terapi Bermain Untuk Anak

0
Rumah Sakit meskipun dalam Islam lebih sering disebut dengan Rumah Sehat namun tetap saja bahwa nuansanya bagi seorang anak menjadi momok menakutkan. Terobosan demi terobosan pun dilakukan terutama di Rumah Sakit-Rumah Sakit di luar negeri. Jika untuk dalam negeri tak usah ditanya pun terjawab. Di luar negeri ada Rumah Sakit yang desain ruangnya dibuat sedemikian rupa agar tampak tidak menakutkan. Di Jepang ada Rumah Sakit yang di mana-mana syarat dengan tokoh kartun Hello Kitty. Baik gedung dan bahkan seragam para perawatnya. Ada pula Rumah Sakit yang mengangkat tema Strawberry dan lain sebagainya.
Anak memiliki tingkat stres yang berbeda-beda. Anak yang memang memiliki pola interaksi yang baik dengan lingkungan kemungkinan besar akan mudah beradaptasi daripada anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah. Ada anak yang sejak kecil ditakut-takuti oleh orang tuanya dengan sosok dokter atau pak mantri yang menyeramkan agar anaknya diam. Hal ini memiliki pengaruh yang besar terhadap tingkat ketakutan anak. Justru boleh jadi orang tuanya sendiri yang lebih manakutkan daripada dokter atau perawat yang menangani pasien itu. Ada pula yang ditakut-takuti dengan jarum suntik sehingga tak sedikit anak yang phobia terhadap kata “suntik”. Inilah pola sikap yang salah dalam mengiringi perkembangan anak. Stimulus yang salah pada anak akan berakibat panjang terhadap pola perkembangan anak.
Menyikapi anak yang mengalami ketakutan terhadap semua hal yang berbau Rumah Sakit dalam kondisi yang cukup terbatas dapat dilakukan dengan terapi bermain. Terapi bermain ini cukup membantu dalam membentuk pola yang benar pada anak yang selama ini banyak dipalsukan oleh orang tua mereka bahwa Rumah Sakit adalah tempat yang menyeramkan.
Terapi bermain dapat meningkatkan hubungan antara klien dengan perawat karena dengan bermain, perawat memiliki kesempatan untuk membina hubungan yang baik dan menyenangkan dengan anak dan keluarganya. Terapi ini juga akan memberikan latihan kemandirian untuk anak. Selain itu dengan bermain, anak-anak akan lebih ceria daripada hanya dihadapkan dengan suasana sakitnya. Distraksi dan relaksasi yang tepat bagi anak adalah mengajaknya bermain, bukan justru menguncinya di kamar Rumah Sakit terus-menerus.
Prinsip-prinsip dasar memberikan terapi bermain pada anak:
  1. Permainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang dijalani. Contoh, anak dengan patah tulang kaki maka jangan sekali-kali mengajaknya bermain bola.
  2. Permainan tidak boleh menyebabkan anak terlalu kelelahan. Anak memerlukan cukup istirahat agar energinya terfokus pada proses penyembuhan jadi usahakan permainan cukup sederhana, singkat dan tidak memerlukan banyak energi.
  3. Permainan harus mempertimbangkan keamanan anak.
  4. Permainan harus melibatkan kelompok umur yang sama.
  5. Melibatkan orang tua.
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.