Indonesia Bukan Negara Islam Maka Harus Disyahadatkan

Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang. Dunia ini tak akan abadi. Kehidupan di dunia hanyalah sebuah perjalanan menuju kehidupan kekal yakni kehidupan akhirat. Beban hidup yang begitu banyak menuntut manusia untuk mencari jalannya sendiri karena hidup adalah pilihan. Sebagaimana dikatakan oleh Ustadz Farid Okbah MA,”Jalan hidup itu hanya ada 2 yaitu jalan kebenaran yang menuju kepada apa yang Allaah janjikan dan jalan kesesatan yang menuju kepada apa yang setan janjikan”. Demikianlah kehidupan, jika ingin menjadi orang baik maka ada kewajiban taat kepada Islam dan jika berkehendak terbuai dengan kenikmatan semu dunia ini maka taatlah kepada setan.
Allah berfirman dalam suroh Al Baqoroh 218:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
Islam menuntut sebuah totalitas yang tidak akan dapat dicapai oleh mereka yang masih ingin menikmati kenikmatan sanjungan dari penduduk bumi. Pangkat, jabatan, tunjangan gaji yang tinggi akan menyilaukan mereka yang tak kuat imannya dan tak berusaha meningkatkan taraf keimanannya.

Konsekuensi tauhid yaitu mengesakan Allah dan mengingkari penghambaan kepada selain Allaah, harusnya menjadi bahan renungan. Betapa silih berganti musibah melanda bumi pertiwi Indonesia. Kita pahami bersama bahwa bumi dan segala isinya adalah ciptaan Allaah, lantas kenapa masih ada bencana yang begitu menyesakkan dada. Jawaban yang tak perlu dijawab secara lisan karena sudah menjadi rahasia umum. Jauhnya kaum Muslimin dari jati dirinya sebagai muslim telah menjadikan kaum Muslimin hidup di bawah naungan penderitaan. Bagaimana kaum muslimin yang mayoritas di Indonesia ini dengan begitu mudah melepaskan tauhidnya lantaran dibiayai gereja untuk sekolah, paket mie instan dan lain sebagainya.
Tauhid menuntut mereka yang mendeklarasikannya mengamalkan isi Al Quran dan As Sunnah tanpa politik tebang pilih. Kita pahami bersama bahwasanya jika kita sudah berikrar syahadat maka wajib atas kita menjalankan perintah Allaah dan menjauhi segala larangannya. Namun kenapa Indonesiaku begitu malang. Hukum Islam yang sejatinya harus dijunjung tinggi menjadi sebuah konstitusi yang sah justru dijadikan hanya sebagai pengawal sistem kufur demokrasi di Indonesia ini. Ibarat seorang bos yang memiliki ajudan. UUD 1945 dan Pancasila serta NKRI dan Bhineka Tunggal Ika laksana para bos yang harus selalu dikawal ke mana pun ia pergi. Islam hanyalah dianggap sebagai ajudan yang tak punya kekausaan melainkan harus patuh kepada apa yang atasannya ucapkan. Serendah itukah Islam di hati kaum Muslimin?
Indonesia harus disyahadatkan. Bagaimana kekufuran merajalela di negeri ini. Hukum Islam dikebiri dan hanya diambil sebagaian saja. Bagaimana orang yang ingin melaksanakan Islam secara KAFFAH justru mendapatkan perlakuan keji aparat tak berilmu. Bagaimana sistem keuangan ribawi mencekik kaum Muslimin untuk mencicipi hawa neraka. Bagaimana prostitusi menyebabkan hancurkan moral bangsa karena legalitasnya dengan rutin membayar pajak.
Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang.
Rasulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam berkata kepada Abdurrahman bin Samurah, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau menuntut suatu jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung seluruh bebannya. Tetapi jika ditugaskan tanpa ambisimu maka kamu akan ditolong mengatasinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagaimana hadits di atas, demokrasi hanyalah melahirkan para kerbau dungu tak berilmu yang hanya tahu cara makan. Ia akan terombang-ambing oleh kebijakan dan colekan para kolega durjana, united syaihon of amerika dan antek-anteknya. Mereka yang mencalonkan dirinya menjadi pemimpin, memiliki ambisi untuk mencapai ini dan itu. Dalam hadits di atas jelas sekali, mereka tak akan ditolong oleh Allaah karena mereka mencalonkan diri dengan sebuah nafsu untuk mendapatkan gelar jabatan.
Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana dan dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan. Juga Allah jadikan harta-benda di tangan orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah. DijadikanNya orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan harta berada di tangan orang-orang kikir. (HR. Ad-Dailami)
Orang dungu, demikian hadits di atas menjelaskan betapa bodohnya pemimpin yang tidak menjadikan Allaah sebagai sesembahan yang haq dan firman Allaah sebagai sumber hukum yang sah. Mereka yang menjauhkan diri dari sumber hukum yang turun dari langit lalu membuat hukum tandingan adalah sekutu setan dalam mencapai jalan kesesatan. Akhlaq yang rendah adalah cerminan betapa buruknya pemahaman tauhid seseorang.
Cerminan pemerintahan RI periode ini adalah sebuah kapal yang mengangkut jutaan manusia namun dinahkodai oleh seorang pilot. Bisa dibayangkan akan jadi apa kapal itu karena tentu ilmu yang dilejari pilot akan jauh berbeda dengan nahkoda.
Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka
memberi petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar
mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.
(HR. Ath-Thabrani)
Ketika mereka berorasi menunjukkan eksistensi membela kepentingan rakyat hingga rakyat pun tertipu oleh cuap bibir manis. Setelah rakyat bersatu menjadi relawan yang membantunya menjadi pemimpin, akhirnya justru membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Sebut saja BBM yang baru-baru ini naik. Alangkah malangnya rakyat Indonesia yang berhasil terkena tipu daya para orang dungu.
Indonesiaku Sayang, Indonesiaku Malang.
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker