Hal yang Terjadi Jika Mencintai Hanya Karena Cantiknya

Mencintai dalam bahasa mana pun merupakan bentuk kata kerja. Dalam sebuah kalimat kerja, ada kaidah SP dan juga SPO. Sayangnya istilah “Mencintai” merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki rumus kalimat SPO (Subjek-Predikat-Objek). Mencintai haruslah ada objek yang dicintai. Dalam kaidah ini pun, diberlakukan kaidah kalimat aktif dan pasif. Istilah yang biasa digunakan dalam kaidah cinta yang tidak menerapkan kaidah aktif-pasif adalah sebuah cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Demikian peliknya urusan cinta jika cinta itu berlandaskan pada nafsu birahi semata. Unsur naluri yang cukup manusiawi namun tidak mencerminkan sikap yang bijak. Mencintai tidaklah sembarang cinta tanpa arti. Ia akan berkorelasi terhadap sebuah komitmen untuk saling menjaga perasaan sang objek terlebih menjaga agama objek yang dicintai jika itu adalah objek hidup berupa manusia.

Mencintai jika hanya berlandasakan kepada paras yang cantik bagi sebagian orang tidaklah menjadi perkara karena sejatinya ia menikah hanya untuk memuaskan nafsunya namun agamanya digadaikan. Beberapa hal yang akan terjadi jika kita mencintai seseorang kemudian menikahinya hanya karena kecantikan yang dimilikinya:

Kecemasan yang berlebih. Seorang laki-laki ketika memiliki istri yang begitu cantik maka kekhawatiran terdalam dalam dirinya adalah sebuah sikap kecemburuan. Paras yang rupawan tentunya akan menarik mata para lelaki untuk memperhatikannya. Pada poin inilah, seorang wanita yang sudah mengenal dirinya bahwa dirinya cantik hendaknya tidak memilih laki-laki yang tidak memahami agama dengan baik. Laki-laki yang tidak paham agama terutama masalah aurot dan jilbab maka ia tak begitu peduli ketika istrinya memakai pakaian yang begitu mempesona. Berbeda dengan laki-laki yang memahami Islam dengan baik, maka ia akan menjaga aurot istrinya agar tidak menjadi sebuah fitnah. Jilbab yang terjaga dengan baik dan kesholihan yang memancar adalah tugas suami untuk membimbing istri.

Rasa cinta yang hanya sesaat. Kecantikan yang Allaah berikan kepada seorang wanita adalah bentuk karunia yang begitu indah dari Allaah namun di sisi lain adalah sebagai ujian. Suami yang mencintai istri dengan berlandaskan kecantikan semata maka ketika kecantikan itu mulai pudar, cinta dari suami kepada istrinya juga akan pudar. Tak sedikit mereka yang menikah pada awal pernikahannya begitu mesra namun ketika sudah menua justru kekerasan yang sering terjadi.

Pembengkakan biaya rumah tangga. Istri yang cantik memang tak semuanya bermata hijau. Namun jika anda menikah dengan wanita yang memang hanya mempercantik fisiknya tanpa mempedulikan kecantikan hati dengan banyak mengikuti pengajian dan ‘ibadah yang sesuai Al Quran dan Sunnah maka biaya perawatan yang akan ia keluarkan untuk mempertahankan aset yang dimilikanya akan beitu besar. Berbeda dengan wanita yang meskipun ia cantik namun ia paham agama Islam dengan baik, maka untuk mempercantik dirinya tak perlu perawatan mahal karena kecantikannya timbul dari dalam dirinya karena agama yang begitu ia pegang dengan kukuh.

Membuat malas mengikuti pengajian atau pergi ke masjid. Tak dipungkiri pula ketika paras istri sangat cantik dan suami hanya menikahinya karena kecantikan fisiknya maka yang terjadi adalah terlena. Terlena dengan kecantikan istri membuat suami terlalu enggan meninggalkan istri, akibatnya suami lebih memilih bercengkrama dengan istri setelah seharian bekerja lalu akhirnya pengajian pun terlupakan. Bahkan lebih parah adalah ketika shubuh menyapa, terlalu terpesona dengan kecantikan istri dapat membuat laki-laki lebih suka menarik selimut kembali bersama istri daripada menempuh dinginnya perjalanan menuju masjid untuk sholat berjama’ah.

Tidak mendapatkan Ridho Allaah. Allaah adalah penyebab kita hidup dan mati. Tentunya harus karena Allaah semua ‘amalan baik kita kerjakan. Ketika melakukan sesuatu ‘amalan baik semisal menikah namun bukan diniatkan untuk mencapai Ridho Allaah maka yang terjadi adalah keengganan Allaah memberikan berkah dalam keluarga.

Kesimpulan yang mestinya kita resapi adalah sebagaimana kaidah dalam memilih calon istri yakni hadits berikut:

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker