Ahok Akan Legalkan Miras, Indonesia Jadi Miniatur Amerika

Baru-baru ini dunia Internet dihebohkan dengan berita-berita dua pemimpin yang saling bertolak belakang. Pemimpin Indonesia yang penuh kontroversial dengan kebijakan-kebijakannya dan pemimpin Jakarta yang sering membuat heboh dengan celotehnya.
Hakikat pemimpin dalam Islam adalah wajib ditaati selama ia adalah Muslim, menerapkan hukum Islam dan menegakkan syari’at-syari’at Islam. Lantas bagaimana dengan pemimpin-pemimpin yang tidak demikian, tentu sudah jelas tidaklah wajib untuk ditaati secara mutlak.
Setelah berita-berita heboh yang telah dibuat oleh kedua mantan pasangan pemimpin Jakarta tersebut, kini pemimpin baru Jakarta yang juga berasal dari salah satu dari kedua sosok itu lagi-lagi membuat sensasi. Ahok, begitu sapaan akrab si China ini, membuat statement yakni ia akan legalkan produksi minuman keras.
Miras sejatinya adalah salah satu hal yang merusak tatanan kehidupan manusia. Jika miras (khomr, Arab) adalah sesuatu minuman yang baik dalam kehidupan manusia di dunia ini maka tentu dalam Al Quran tidak akan ada larangannya. Lantas ketika miras dalam Al Quran dan As Sunnah dilarang namun kemudian dibuat hukum baru oleh manusia bahwa miras itu legal maka tentu ini adalah sebuah penistaan terhadap hukum tertinggi dalam Islam. Syari’at Islam telah mengatur segalanya.
Miras dalam Islam, dari mulai yang membuat, distributor, pembeli, orang yang dibelikan, orang yang membelikan, orang yang menuangkan, dan setiap orang yang terlibat dalam transaksi miras itu dalam Islam dihukumi berdosa.
Argumen yang dilontarkan ahok sebagaimana dilansir oleh Tribunnews yakni,”maraknya minuman keras oplosan yang beredar di masyarakat merupakan akibat dari pelarangan produksi”, tentu hanya memandang dari sudut pandang sepihak. Biar pun miras dilegalkan, justru kembali lagi ke kaidah dasar jual-beli di Indonesia, siapa berani bayar besar maka dia bebas hukum. Jika nantinya miras ini akan dilegalkan maka kehebohan apalagi yang akan terjadi di Indonesia.
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu),” (QS. Al-Maadiah: 90-91).
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS Al Baqarah 219)
Dalam riwayat lain tercantum, “Setiap yang memabukkan itu khamr dan setiap yang memabukkan itu haram. Barangsiapa minum khamr di dunia kemudian meninggal sementara ia pecandu khamr serta tidak bertaubat maka ia tidak akan meminumnya nanti di akhirat,” (HR Muslim)
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, bahwasanya seorang lelaki datang dari Jaisyan (negeri Yaman) lalu ia bertanya kepada Nabi saw. tentang hukum minuman dari jagung yang sering mereka minum di negeri mereka. Minuman tersebut bernama mirz. Lalu Nabi saw. bertanya, “Apakah minuman itu memabukkan?” Lelaki itu menjawab, “Benar.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Setiap yang memabukkan itu haram hukumnya dan sesungguhnya Allah SWT telah berjanji bahwa orang yang minum minuman memabukkan akan diberi minuman thinah al-khahal.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan thinah al-khahal?” Beliau menjawab, “Keringat penghuni neraka atau air kotoran penghuni neraka,” (HR Muslim).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Barangsiapa minum khamr, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Namun jika ia bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya. Apabila mengulanginya kembali maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Jika ia kembali bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya. Apabila mengulanginya kembali maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Jika ia kembali bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya. Apabila untuk yang keempat kalinya ia ulangi lagi maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari dan jika ia bertaubat Allah tidak akan menerima lagi taubatnya dan akan memberinya minuman dari sungai al-khahal’.” Ditanyakan, “Wahai Abu Abdurrahman apa yang dimaksud dengan sungai al-khahal?” Ia menjawab, “Sungai yang berasal dari nanah penghuni neraka,” (HR at-Tirmidzi).
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, ‘Ya Muhammad, sesungguhnya Allah SWT melaknat khamr, orang yang memerasnya, yang meminta peras, peminumnya, pembawanya, orang yang menerimanya, penjualnya, pembelinya, yang memberi minum dan yang diberi minum’,” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila pecandu khamr meninggal maka akan menemui Allah seperti penyembelih berhala,” (dalam kitab ash-Shahihah).
Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Khamr itu adalah induk dari segala kekejian dan dosa besar yang terbesar. Barangsiapa yang meminumnya berarti ia telah berbuat zina terhadap ibu dan bibinya,” (dalam kitab ash-Shahihah).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Khamr itu induk segala kotoran, barangsiapa yang meminumnya Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari dan apabila ia meninggal sementara di dalam perutnya terdapat khamr berarti ia mati jahiliyyah,” (dalam kitab ash-Shahihah).
Diriwayatkan dari Abu Darda’ r.a, ia berkata, “Kekasihku telah berwasiat kepadaku, ‘Jangan kamu minum khamr sebab khamr adalah kunci dari segala keburukan,” (HR Ibnu Majah).
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker