Tahapan Pelaksanaan Stratifikasi Puskesmas

Pelaksanaan stratifikasi puskesmas mencakup seluruh aspek puskesmas termasuk puskesmas pembantu, puskesmas keliling dan hasil pembinaan peran serta masyarakat antara lain dalam bentuk posyandu.
Kegiatan stratifikasi mencakup kegiatan:
  1. Pengumpulan data.
  2. Pengolahan data.
  3. Analisa masalah dan penentuan langkah penanggulangannya.
Kegiatan tersebut dilakukan mulai tingkat puskesmas, kabupaten, provinsi sampai ketingkat pusat.
Stratifikasi puskesmas dilaksanakan setahun sekali secara menyeluruh dan serentak di seua puskesmas dan bertahap sesuai dengan jenjang administrasi sampai ke pusat.
1. Di Tingkat Puskesmas.
Dilaksanakan sendiri oleh masing-masing puskesmas, dan merupakan kegiatan mengukur kemampuan penampilan puskesmas dalam rangka mawas diri. Dengan tujuan agar Kepala Puskesmas dan staf puskesmas agar mengetahui kelemahan dan masalah yang dihadapi untuk berusaha memperbaikinya.
2. Di Tingkat Dinas Kesehatan Dati II/Kandep.
Menghimpun hasil stratifikasi dai masing-masing puskesmas untuk diolah dan dianalisa sehingga mendapatkan gambaran keadaan dan fungsi masing-masing puskesmas dalam wilayahnya dan dalam rangka pembiaan dan rencana pengembangannya.
3. Di Tingkat Dinas Kesehatan Dati I/Kanwil.
Mnghimpun laporan hasil stratifikasi dari masing-masing dinas Kesehatan dati II untuk iolah dan dianalisa sehingga mendapatkan gambaran tingkat perkembangan tingkat puskesmas di dalam wilayah masing-masing kabupaten/kodya dan provinsi dalam rangka pembinaan dan pengembangan tahun yangakan datang.
Dalam menentukan Strata puskesmas dipakai pendekatan kwantitatif untuk mengukur variabel. Untuk Menentukan nilai dipakai suatu patokan (standar) target yang seharusnya dipakai sekarang. Dalam penilaian yang akan datang dengan sendirinya patokan akan berdasarkan target pencapaian di masa yang akan datang.
Penetapan waktu kegiatan sebagai berikut:

Tingkat
Pengolahan
Macam
Kegiatan
Waktu
Pelaksanaan
a. Puskesmas
1)      Pengumpulan data
2)      Pengolahan/perhitungan data
3)      Peninjauan oleh Dinas Kesehatan Dati II
4)      Konsultasi ke kabupaten
5)      Analisa masalah dan penyusunan rencana
penanggulangannya serta menulis laporan stratifikasi sesuai pedoman
6)      Kirim laporan ke Dati II
Desember – Januari
Awal Februari
Januari – Februari
Akhir Februari
Awal Maret
Pertengahan Maret
b. Dati II
1)      Pengumpulan data dan direkap
2)      Bila perlu masih bisa dilakukan checking on the
spot
3)      Analisa masalah dan menyusun rencana
penanggulangannya
4)      Kirim laporan ke Propinsi kiriman umpan balik ke
puskesmas 
Maret – April
Pertengahan April
Akhir April
Awal Mei
c. Dati I
1)      Pengumpulan laporan yang direkap
2)      Analisa masalah dan penyusunan rencana
penanggulangannya
3)      Kirim laporan ke pusat
–         
Rekap form
B dan C.
–         
Rencana
penanggulangan masalah.
–         
Permintaan
bantuan kepada pusat.
4)      Kirim umpan balik ke Dati II
Mei
Mei – Juni
Akhir Juni
Permulaan Juli
d. Pusat
1)      Penerimaan laporan rekap form B, rekap tenaga
Puskesmas dan rencana penanggulangan masalah
2)      Pertemuan evaluasi pelaksanaan stratifikasi dari
27 Propinsi di Pusat
3)      Pengolahan data dan analisa masalah
4)      Distribusi laporan pada program-program yang
bersangkutan
5)      Menyusun rencana penanggulangannya
6)      Kirim umpan balik ke Propinsi hasil Stratifikasi
Puskesmas Nasional.
Juli
Agustus
Agustus
Akhir Agustus
September
Oktober
Pentahapan kegiatan
Stratifikasi dilakukan dalam 3 tahap, sebagai berikut:
  1. Tahap I : Pendataan dan pemetaan dalam 3 kelompok strata:I, II, dan III
  2. Tahap II : Analisa hasil pendaftaran dan pemetaan serta faktor-faktor yang menunjang dan dan menghambat
  3. Tahap III : Rencana pemecahan masalah pada semua tingkat yaitu rencana kerja atau rencana pembinaan untuk meningkatkan kemampuan puskesmas berdasarkan hasil analisa dan masalah yang dijumpai di semua tingkat.
Pelaksanaan stratifikasi puskesmas di tingkat puskesmas:
a. Tahap I
Puskesmas mengumpulkan data sesuai dengan pedoman, kemudian data dimasukan dalam format sesuai dengan pedoman untuk kemudian dilakukan penghitungan scoring untuk menentukan strata puskesmas. Dalam menentukan scoring manajemen, diminta pendapat Dokabu untuk ikut menilai. Setelah perhitungan scoring selesai dilakuakan, Strata puskesmas telah dapat ditentukan.
b. Tahap II
Diadakan analisa dengan melihat nilai scoring yang telah rendah pada hasil kegiatan dan manajemen, dicari sebab-sebabnya mengapa hasil cakupan rendah.
Misal:
#Tenaga :
– Kurang jumlahnya
– Kurang terampil
– Kurang bimbingan
– Kurang produktif
– Dan sebagainya
#Sarana:
– Jarak jauh tidak ada sarana transport
– Saran teknis pelayanan kurang memedai
#Dana :
– Kurang memadai
c. Tahap III
Upaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diatas dan kiranya ada hal-hal yang memerlukan bantuan tingkat kabupaten/Dinas Kesehatan Dati II. Kemudian menyusun rencana penanggulangan masalah-masalah tersebut. Hasil analisa dan hasil penaggulangan masalah dikirim ke Dati II untuk dipelajari oleh Dokabu/Kandep.
Pelaksanaan Stratifikasi Puskesmas di Dati II:
1. Ikut melakukan penilaian hasil manajemen puskesmas dengan cara melakukan peninjauan ke masing-masing puskesmas.
2. Memberikan bimbingan dengan mengadakan rapat bimbingan pelaksanaan stratifikasi.
3. Setelah menerima laporan hasil stratifikasi puskesmas:
a. Diadakan rekapitulasi data
b. Dianalisa masalah-masalah yang dihadapi oleh masing-masing puskesmas dan menentukan cara penanggulangan.
c. Kirim laporan ke propinsi yang terdiri dari:
– Laporan Form B hasil stratifikasi Puskesmas se Dati II
– Laporan rekap keadaan ketenagaan masing-masing puskesmas (Form C)
– Rencana penanggulangan masalah oleh Dati II
– Bantuan yang diharapkan dari Dati I
4. Kirim umpan balik ke puskesmas dalam bentuk evaluasi hasil stratifikasi puskesmas
Pelaksanaan stratifikasi di Dati I:
1. Melakukan supervisi dan bimbingan teknis ke Dati II dan puskesmas mulai Januari sampai Juni.
2. Setelah menerima laporan dari Dati II:
a. Dibuat rekap dari form B seluruh Dati II
b. Dibuat rekap kadaan ketenagaan masing-masing puskesmas
c. Dilakuakan analisa data
d. Disusun rencana penanggulangan masalah oleh Dati I termasuk bila perlu permohonan bantuan kepada pusat
e.  Dibuat peta stratifikasi untuk propinsi.
2. Kirim laporan ke pusat hasil stratifikasi puskesmas yang berisi sebagai berikut:
a. Rekapitulasi form B dari seluruh Dati II
b. Rekapitulasi keadaan ketenagaan puskesmas se-Propinsi (Form C)
c. Masalah yang belum dapat ditanggulangi oleh Dati II dan rencana penanggulangnnya oleh Dati I
d. Kirim Umpan balik ke seluruh Dati II di wilahyahnya dalam bentuk evaluasi hasil stratifikasi puskesmas se-Propinsi.
Tahap-tahap pelaksanaan stratifikasi puskesmas di tingkat pusat:
  1. Pengumpulan laporan dari propinsi.
  2. Masalah-masalah yang menyebabkan strata III dibahas dan dicarikan pemecahannya.
  3. Laporan hasil stratifikasi puskesmas dari masing-masing Propinsi dipergunakan untuk membantumenyusun rencana.
  4. Disusun laporan hasil stratifikasi puskesmas secara nasional
  5. Kirim umpan balik ke semua propinsi dalam bentuk evaluasi hasil stratifikasi puskesmas.

Pos terkait