Seputar Hukum Khitbah Dalam Islam

0
Khitbah adalah meminta seorang wanita (akhwat) untuk dinikahi. Secara syar’i, khitbah diartikan sebagai permohonan dari seorang laki-laki peminang kepada wanita yang dipinang atau dari walinya untuk menikah dengannya. (Mughni Al Muhtaj, III: 135)
Khitbah hanya permohonan untuk menikah saja, tidak ada kaitannya dengan perjanjian untuk menikah. Pernikahan tidak bisa dikukuhkan hanya dengan khitbah tersebut oleh karenanya, wanita yang dikhitbah tetaplah berstatus sebagai ajnabi/bukan mahrom.
Khitbah bukanlah syarat sahnya sebuah pernikahan. Seandainya pernikahan dilaksanakan tanpa danya khitbah pun pernikahan itu tetap sah. Khitbah hanyalah jalan menuju pernikahan. Menurut pengikut madzhab Imam Syafi’i, khitbah adalah hukumnya sunnah karena sesuai dengan perbuatan Rosulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam sebelum memperistri ‘Aisyah dan Hafhshoh rodhiyallaahu ‘anhuma, beliau mengkhitbah terlebih dahulu. Sebagian ‘ulama lain berpendapat bahwa khitbah ini memiliki berbagai macam hukum diantaranya wajib, sunnah, makruh, haram dan mubah.
“Sesungguhnya khitbah itu memiliki hukum yang sama dengan hukum pernikahan yaitu : wajib, sunnah, makruh, haram dan mubah. Sunnah jika pria yang akan menikah termasuk orang yang disunnahkan untuk menikah. Contohnya orang yang telah memiliki kemampuan untuk menikah dan ia tidak merasa khawatir dirinya akan terjerumus  dalam perzinaan. Makruh jika pria yang akan meminang termasuk orang yang dimakruhkan baginya untuk menikah. Hal ini karena hukum sarana itu mengikuti hukum tujuan”, perkataan Syaikh Syihabuddin Al Qulyubi dalam kitab Hasyiyah ‘Alal Muhalla.
Khitbah yang hukumnya diharamkan menurut ijma’ adalah mengkhitbah wanita yang sudah menikah, mengkhitbah wanita yang ditalak dengan talak raj’i sebelum selesai masa iddahnya sebab statusnya masih sebagai wanita yang telah menikah. Sedangkan khitbah juga diharamkan bagi orang memiliki 4 istri, termasuk khitbah terhadap wanita yang antara dirinya dan istri si peminang diharamkan untuk disatukan sebagai istri (kakak beradik sekaligus), mengkhitbah wanita yang sudah dikhirbah orang lain dan lain-lain.
Khirbah hukumnya wajib bagi yang merasa khawatir akan terjerumus dalam perzinaan jika tidak segera meminang dan menikah. Sedangkan khitbah hukumnya mubah dan halal jika wnaita tersebut dalam kondisi kosong dari pernikahan serta tidak ada suatu halangan hukum yang menghalangi untuk dilamar.
Syaikh Nada Abu Ahmad
Kode Etik Melamar Calon Istri, 11-14
Kiswah

Tinggalkan Komentar