Qolbun Salim Menurut Ibnul Qoyyim

0
Hati yang sehat itu hati yang bersih, seorang pun tak akan bisa selamat pada hati kiamat kecuali jika datang kepada Allaah dengannya, sebagaimana firman Allaah dalam ayat 88-89 Suroh Asy Syu’aro’.
يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ
وَلا بَنُونَ
(yaitu) di
hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ
بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, 
Hati yang bersih atau istilahnya disebut dengan Qolbun Salim karena sifat bersih dan sehat telah menyatu dengan hatinya sebagaimana Al ‘Alim, Al Qodir (Mahamengetahui, Mahakuasa). Qolbun salim juga diartikan sebagai hati yang bersih dan selamat dari syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allaah, bersih dan selamat dari berbagai syubhat yang bertentangan dengan berita-Nya. Qolbun salim itu selamat dari penghambaan kepada selain Allaah, selamat dari pemutusan hukum oleh selain Rosul-Nya, bersih dalam mencintai Allaah dalam berhukum kepada RosulNya, bersih dalam ketakutan dan berpengharapan pada-Nya, dalam bertawakal kepada-Nya dalam kembali kepada-Nya, dalam menghinakan diri dihadapan-Nya, dalam mengutamakan mencari ridho-Nya disegala keadaan dan dalam menjauhi dari kemungkaran karena apa pun. Ini adalah hakikat dari penghambaan (‘Ubudiyah) yang tidak boleh ditujukan kecuali kepada Allaah semata.
Qolbun salim adalah hati yang selamat dari menjadikan sekutu untuk Allaah dengan alasan apa pun. Orang yang memiliki hati yang sehat adalah orang yang mengikhlaskan penghambaan dan ibadah kepada Allaah semata baik dalam kehendak, cinta, tawakkal, inabah (kembali), merendahkan diri, khosyyah (takut), roja’ (pengharapan) dan ber’amal hanya untuk Allaah semata. Karakter qolbun salim juga adalah mereka yang cinta dan benci karena Allaah, mengikuti tuntunan Rosul ‘allayhi sholaatu was salaam dan tidak mendahului keputusan apa pun sebelum Allaah dan RosulNya, sebagaimana firman Allaah dalam Al Hujurot ayat 1.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ
إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.
 Sebagain salaf berkata,”Tidaklah suatu perbuatan betapa pun kecilnya kecuali akan dihadapkan pada dua pertanyaan “Kenapa dan bagaimana?”. Maksudnya, “kenapa kau melakukannya dan bagaimana kamu melakukannya?”.
Jalan untuk membebaskan diri dari pertanyaan pertama adalah dengan memurnikan keikhlasan dan jalan untuk membebaskan diri dari pertanyaan kedua adalah dengan merealisasikan mutaba’ah. Selamatnya hati dari keinginan yang menentang ikhlas dan hawa nafsu yang menentang mutaba’ah. Inilah hakikat keselamatan hati yang menjamin keselamatan dan kebahagiaan.

Mawaridul Aman
Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah

Tinggalkan Komentar