Prinsip-Prinsip Dasar Farmakodinamika

1
Mekanisme kerja obat jika dipelajari secara mendetail bagi sebagian orang mungkin membuat bingung. Sistem kerja tubuh dalam menerima obat lalu kemudian obat bekerja sesuai dengan fungsinya merupakan proses yang unik. Demikianlah Allaah menciptakan manusia dengan sistem organ yang luar biasa. Mekanisme kerja obat yang kini telah diketahui dan akan dijabarkan pada poin-poin berikut:
1. Secara fisis, contoh: Anestetika inhalasi, Laksansia dan Diuretika osmosis.
Aktivitas anestetika inhalasi berhubungan langsung dengan sifat lipofilnya. Obat ini diperkirakan melarut dalam lapisan lemak dari membran sel yang karena ini berubah sedemikian rupa sehingga transport normal dari oksigen dan zar-zar gizi terganggu dan aktivitas sel terhambat. Akibatnya adlaah hilangnya perasaan. Pencahar osmosis (magnesium dan natrium sulfat) sangat lambat diresorpsi usus dan melalui proses osmosis menarik air dari sekitarnya. Volume isi usus bertambah besar dan dengan demikian merupakan rangsangan mekanis atas dinding usus untuk memicu peristaltik dan mengeluarkan isinya.
2. Secara kimiawi, contoh: antasida dan zat-zat chelator
Antasida seperti Natrium Bikarbonat, Aluminium dan Magnesium Hidroksida dapat mengikat kelebihan asam lambung melalui reaksi netralisasi kimiawi. Zat-zat chelasi mengikat ion-ion logam berat pada molekulnya dengan suatu ikatan kimiawi khusus. Kompleks yang terbentuk tidak toksis lagi dan mudah diekskresikan oleh ginjal, contohnya Dimerkaprol (BAL), Natrium Medetat (EDTA), dan Penisilinamin (Dimetilsistein) yang digunakan untuk obat rematik.
3. Proses metabolisme
Antbiotik misalnya, ia mengganggu pembentukan dinding sel kuman, sintesis protein atau metabolisme Asam Nukleat. Begitu pula Antimitotika Diuretika yang menghambat atau menstimulisasi proses filtrasi. Contoh lain adalah Probenesid yaitu suatu obat encok yang dapat menyaingi Penisilin pada sekresi tubuer sehingga ekskresinya diperlambat dan efeknya diperpanjang. 
4. Secara kompetisi (saingan)
Kompetisi ini dibagi menjadi dua yaitu kompetisi untuk reseptor spesifik dan untuk enzim.
Share

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.