Pengertian Etimologi Dan Terminologi Syi’ah

0
Kata Syi’ah secara etimologi bermakna Al Arba’ (Pengikut), Al Anshor (Penolong) atau Al Khoshshoh (Teman dekat). Kalimat Syi’ah dan derivasinya yang bermakna secara bahasa yag termaktub dalam Al Quran adalah
1. Bermakna firqoh (kelompok), umat atau jama’ah (kumpulan) orang.
ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا
Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. (Suroh Maryam: 69)
Makna dari “كُلِّ شِيعَةٍ” dalam ayat di atas adalah dari tiap kelompok jama’ah atau umat.

2. Bermakna firqoh (golongan)
Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka…(Al An’am: 159)

Maksud dari “Mereka menjadi syi’ah” (وَكَانُوا شِيَعًا)adalah golongan. (Tafsir Al Manar: VIII/214)


3. Bermakna serupa
Firman Allaah subhaanahu wa ta’aalaa:
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا أَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran. (Al Qomar: 51)

Maksud dari “” adalah yang serupa dengan kalian dalam kekufuran dari umat-umat terdahulu. (Jami’ul Bayan: XXVII/112)

4. Bermakna pengikut, teman dekat dan penolong
Allaah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:

وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلانِ هَذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ

Dan Musa
masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di
dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya
(Bani Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firaun). Maka orang yang
dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang
dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: “Ini
adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan
lagi nyata (permusuhannya) (Al Qoshosh: 15). (Tahdzib Al Lughoh: III/63)
Secara terminologi, para ‘ulama terjadi beberapa perbedaan definisi, diantaranya:
  1. Syi’ah adalah setiap orang yang berwali kepada ‘Ali dan Ahli Baitnya. Sebagaimana perkataan Al Fairuz Abadi,”Nama ini sesungguhnya telah umum atas setiap orang yang berwali kepada ‘Ali dan Ahli Baitnya sehingga jadilah nama khusus bagi mereka”.
  2. Syi’ah adalah orang-orang yang menolong Ahli Bait dan meyakini Imamahnya ‘Ali dan khilafahnya orang yang sebelum beliau adalah menzholimi beliau.
  3. Syi’ah adalah orang-orang yang lebih mengutamakan ‘Ali daripada ‘Utsman.
  4. Syi’ah adalah setiap kelompok yang mengutamakan ‘Ali atas Khulafa-ur Rosyidin sebelumnya dan ia berpendapat bahwa Ahlul Bait adalah orang yang paling berhak menjadi kholifah.
Dari empat pendapat di atas, pendapat yang paling rojih adlaah pendapat keempat karena penyesuaian dengan konteks Syi’ah sebagai suatu kelompok yang mempunyai pemikiran-pemikiran dan ideologi-ideologinya. (Firoqun Mu’ashiroh: I/132-133)
Hartono Ahmad Jaiz, Dirosatul Firoq hal 78-80. Pustaka Arofah
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.