Pengertian Dan Penyebab Kista (Cyst) Ovarium

0
Neoplasia secara istilah ini berarti pembentukan jaringan baru. Neoplasia berarti pertumbuhan baru (proses) hasil (berupa massa) dari pertumbuhan baru ini disebut Neoplasma dimana massa tersebut berupa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan, tidak terkoordinasi dengan jaringan normal dan tumbuh terus meski rangsang yang menimbulkannya telah hilang. Neoplasma adalah pertumbuhan baru tumor yang bisa cancerous (bersifat kanker) atau non cancerous–neoplastic. Massa neoplasma menimbulkan pembengkakan/benjolan pada jaringan tubuh yang disebut tumor. Tumor yang diklasifikasikan dalam keganasan disebut kanker. Tumor yaitu benjolan, biasanya istilah ini dipakai dalam konteks salah satu di antara empat tanda kalsik inflamasi. Tumor (benjolan) masa jaringan abnormal yang strukturnya menyerupai struktur jaringan normal tetapi tidak memiliki fungsi dan pertumbuhannya menimbulkan beban bagi tubuh.

Kanker/cancer, istilah umum yang mencakup setiap pertumbuhan malignan dalam setiap bagian tubuh, pertumbuhan ini tidak bertujuan, bersifat parasit dan berkembang dengan mengorbankan manusia yang menjadi hospesnya. Karakteristiknya adalah kecenderungan untuk menghancurkan jaringan setempat, menginvasi jaringan disekitarnya dan menyebar lewat metastase. Kanker timbul karena gangguan regulasi seluler yang normal. Kerap kali penyakit kanker kambuh kembali setelah dilakukan operasi pengangkatan.
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium. Menurut etiologinya, kista ovarium dibagi menjadi dua, yaitu
1. Kista non neoplasma, disebabkan karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, diantaranya adalah :
  • Kista non fungsional, berasal dari permukaan epitelium yang berkurang di dalam kortek.
  • Kista fungsional Kista folikel, disebabkan karena folikel yang matang menjadi ruptur atau folikel yang tidak matang direabsorbsi cairan folikuler diantara siklus menstruasi. Banyak terjadi pada wanita yang menarche kurang dari 12 tahun.
  • Kista korpus luteum, terjadi karena bertambahnya sekresi progesteron setelah ovulasi.
  • Kista tuka lutein, disebabkan karena meningkatnya kadar HCG terdapat pada mola hidatidosa.
  • Kista stein laventhal, disebabkan karena peningkatan kadar LH yang menyebabkan hiperstimulasi ovarium. (Ignativicius, Bayne, 1991)
2. Kista Neoplasma, terdiri dari :
  • Kistoma ovari simpleks. Adalah suatu jenis kistadenoma serosum yang kehilangan epitel kelenjarnya karena tekanan cairan dalam kista.
  • Kistadenoma ovari musinosum. Asal kista ini belum pasti, mungkin berasal dari suatu teratoma yang pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemen yang lain.
  • Kistadenoma ovari serosum. Berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal ovarium).
  • Kista endometroid. Belum diketahui penyebabnya dan tidak ada hubungannya dengan endometrioid.
  • Kista dermoid. Tumor berasal dari sel telur melalui proses patogenesis. (Wiknjosastro, et.all, 1999)
Mayoritas penderita tumor ovarium tidak menunjukkan adanya gejala sampai periode waktu tertentu. Hal ini disebabkan perjalanan penyakit ovarium berlangsung secara tersembunyi sehingga diagnosis sering ditemukan pada waktu pasien dalam keadaan stadium lanjut. Sampai pada waktunya klien mengeluh adanya ketidakteraturan menstruasi, nyeri pada perut bawah, rasa sebah pada perut, dan timbul benjolan pada perut.
Pemeriksaan Penunjang
1. Laparoskopi
Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak, dan untuk menentukan silat-sifat tumor itu.
2. Ultrasonografi
Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor apakah tumor berasal dari uterus, ovarium, atau kandung kencing, apakah tumor kistik atau solid, dan dapatkah dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak.
3. Foto Rontgen
Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks. Selanjutnya, pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat gigi dalam tumor. Penggunaan foto rontgen pada pictogram intravena dan pemasukan bubur barium dalam colon disebut di atas.
4. Parasentesis
Telah disebut bahwa fungsi pada asites berguna menentukan sebab asites. Perlu diingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan cavum peritonei dengan kista bila dinding kista tertusuk.
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.