Klasifikasi Cedera Kepala, (CKR, CKS, CKB)

Cedera kepala adalah gangguan traumatic dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstisial dalam subtansi otak tanpa didikuti terputusnya kontinuitas otak. Cedera kepala terbagi mejadi 2 berdasarkan penyebabnya yaitu akseletasi dan deselerasi. Cedera percepatan (akselerasi) terjadi jika benda yang sedang bergerak membentur kepala yang dalam seperti trauma pukulan benda tumpul. Cedera perlambatan (deselerasi) adalah bila kepala membentur objek yang secara relative tidak bergerak.

#Berdasarkan tingkat keparahan, CK (Cedera Kepala) dibagi menjadi:
  • Cedera kepala ringan/CKR (GCS:14-15)
  • Cedera kepala sedang/CKS (GCS: 9-13)
  • Cedera kepala berat/CKB (GCS: 3-8)
#Berdasarkan morfologi, CK dibagi menjadi:
a. Fraktur tengkorak. Fraktur linear & fraktur basiler
b. Lesi intra carnial
  • Comotio cerebri (geger otak)
  • Contusio cerebri (memar otak)
  • Hematoma epidural
  • Hematoma subepidural
  • Hematoma intra cranial
#Manifestasi klinis CK terbagi menjadi:
a. Cidera kepala ringan (CKR)
  • GCS 13-15
  • Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia < dari 30 menit
  • Tidak ada fraktur tengkorak
  • Tidak ada contusion serebral
  • Hematoma
b. Cidera kepala sedang (CKS)
  • GCS 9-12
  • Kehilangan kesadaran atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam.
  • Dapat mengalami fraktur tengkorak
c. Cidera kepala berat (CKB)
  • GCS 3-8
  • Kehilangan kesadaran, terjadi amnesia lebih dari 24 jam.
  • Contusio cerebral
#Penilaian GCS (Glasgow Coma Scale)
a. E: Eyes (1-4)
4: membuka spontan
3: membuka dengan perintah
2: membuka dengan rangsang nyeri
1: tidak ada reaksi
b. V: Verbal (1-5)
5: sadar, orientasi baik
4: bicara kacau
3: kata-kata tidak berarti
2: mengerang, merintih
1: tidak ada reaksi
c. M: motorik (1-6)
6: bergerak sesuai perintah
5: bergerak mengikuti rangsangan
4: menghindari nyeri
3: fleksi abnormal
2: ekstensi abnormal
1: tidak ada gerakan
#Pemeriksaan diagnostik
  • CT Scan: tanpa/dengan kontras) mengidentifikasi adanya hemoragik, menentukan ukuran ventrikuler, pergeseran jaringan otak.
  • Angiografi serebral: menunjukkan kelainan sirkulasi serebral, seperti pergeseran jaringan otak akibat edema, perdarahan, trauma.
  • X-Ray: mendeteksi perubahan struktur tulang (fraktur), perubahan struktur garis (perdarahan / edema), fragmen tulang.
  • Analisa Gas Darah: medeteksi ventilasi atau masalah pernapasan (oksigenasi) jika terjadi peningkatan tekanan intrakranial.
  • Elektrolit: untuk mengkoreksi keseimbangan elektrolit sebagai akibat peningkatan tekanan intrakranial.
DAFTAR PUSTAKA
  • Hudak & Gallo. 2007. Keperawatan kritis: pendekatan holistik. Edisi VI. Volume II. EGC. Jakarta.
  • Mansjoer dkk. 2000. Kapita selekta kedokteran. Edisi Ketiga. Jilid 2. Media Aesculapius. Jakarta.
  • Price & Wilson. 2006. Patofisiologi:konsep klinis proses-proses penyakit. Edisi 6. Volume II. EGC.Jakarta
  • Smeltzer & Bare. 2002. Buku ajar keperawatan medikal bedah. Edisi 8. Volume 3. EGC. Jakarta.
  • NANDA. (2005). Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2005-2006. Philadelphia: NANDA International.
  • medicastore.com
  • www.angelfire.com
Share

This website uses cookies.