Kenapa Syi’ah Itu Sesat Lagi Kafir?

Polemik antara Sunni dan Syi’ah kini telah menampakkan mana hitam dan mana putih. Jika sebelum terjadi konflik di Suriah yang mana kaum Syi’ah secara terang-terangan membantai kaum Muslimin di sana, Syi’ah masih hangat di telinga bahwa mereka adalah Muslim. Tragedi pemusnahan Sunni di ‘Iron dan ‘Iroq pun tertutupi dengan slogan-slogan pengakuan mereka sebagai bagian dari Muslim. Tampaknya semua itu sudah terjawab secara gamblang sekarang.
Pokok-pokok penyimpangan syi’ah ada beberapa poin yang sangat mendasar dan jelas-jelas berbeda dengan Islam. Dalam buku Dirosatul Firoq yang telah ditulis oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dijelaskan setidaknya ada 4 perkara yang memastikan bahwa syi’ah bukanlah Islam melainkan agama lain di luar Islam.

Perkara pertama
Rukun Iman, syi’ah memiliki 5 rukun iman tanpa menyebutkan keimanan kepada para Malaikat, Rosul, Qodho dan Qodar. Rukun iman menurut agama syi’ah diantaranya adalah Tauhid (Mengesakan Allaah), Al ‘Adl (Keadilan Allaah), Nubuwwah (Kenabian), Imamah (Kepemimpinan Imam) dan Ma’ad (Hari kebangkitan dan pembalasan)
Perkara kedua
Rukun Islam, syi’ah tidak mencantumkan syahadatain (2 kalimat syahadat) dalam rukun Islam mereka sehingga jelas saja bukan Islam. Ada pun rukun Islam menurut agama syi’ah adalah Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan Wilayah (Perwalian). (Al Kafi, II/18).

Perkara ketiga
Syi’ah meyakini bahwa Al Qur-an sekarang telah diubah dan ditambahi atau pun dikurangi dari yang seharusnya. Abu ‘Abdillah (salah seorang imam syi’ah) berkata,”Al Quran yang dibawa Jibril ‘alayhis salaam kepada Nabi Muhammad ‘alayhi sholaatu was salaam adalah 17.000 ayat (Al Kafi Fil Ushul Juz 1 Hal 240-241 dan Fashlul Khithob karagan An Nuri Ath Thibrisy, keduanya adalah kitab syi’ah).
Perkara keempat
Syi’ah meyakini bahwa para sahabat Rodhiyallaahu ‘anhum sepeninggal Nabi ‘alayhi sholaatu was salaam telah murtad kecuali beberapa orang yaitu Al Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al Ghifary, dan Salman Al Farisy (Buka Ar Roudhoh Minal Kafi juz VIII/245, Al Ushul Minal Kafi II/244). Syi’ah meyakini adanya reinkarnasi karena keyakinan syi’ah juga tercampur Budhisme, Manaisme, Brahmaisme. Syi’ah mengadopsi paham-paham yahudisme yang syarat dengan berhalaisme asyurisme dan babilisme. Pendapat mereka tentang ‘Ali, para Imam dan Ahlul Bait mendapatkan titik temu dengan pendapat orang kristen tentang ‘Isa.Tiap perayaan hari besar, syi’ah mirip dengan kristen yakni memperbanyak gambar dan patung, bahkan menghukum diri sendiri seperti memukul badan sendiri atau menyayat tubuh dengan pisau atau pedang.
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker