Inilah Pentingnya Zat Besi Bagi Ibu Hamil

0
Zat besi merupakan mineral makro yang banyak terdapat di dalam tubuh manusia dan hewan yaitu sebanyak 3-5 gram di dalam tubuh manusia dewasa. Zat besi merupakan unsur penting bagi kehidupan manusia. Fungsinya membantu pembetukan sel darah merah dan sel otot serta menghindarkan anemia besi. Mineral penting ini juga mengangkut oksigen di dalam sel-sel darah merah, termasuk mengangkutnya ke otak (Olivia, 2004).
Besi mempunyai beberapa fungsi esensial di dalam tubuh yaitu sebagai alat angkut elektron di dalam sel dan sebagai bagian terpadu reaksi enzim di dalam jaringan tubuh. Besi diperlukan sintesis hemoglobin. Hemoglobin adalah protein yang berfungsi antara lain untuk mengantar oksigen dari paru-paru ke jaringan, untuk mengangkut CO2 yang akan diekskresikan ke dalam udara pernafasan dan sintesis enzim (Husnaini, dalam Latifah, 2005).
Kadar zat besi dalam tubuh bisa berkurang, terutama disaat hamil, menyusui, pada masa pertumbuhan di usia remaja, perdarahan atau asupan makanan kurang, dan menderita sakit. Kekurangan zat besi tersebut dapat mengakibatkan anemia sehingga akan menurunkan daya konsentrasi dan fungsi kekebalan tubuh (Olivia, 2004).
Ada dua bentuk zat besi yaitu besi heme dan non heme. Besi heme merupakan besi yang berkaitan dengan hewani. Jenis besi ini merupakan besi yang paling efisien diserap tubuh. Besi non heme terdapat pada tanaman pangan(Olivia, 2004).
Jumlah zat besi yang dibutuhkan pada waktu hamil jauh lebih besar daripada tidak hamil, zat besi dibutuhkan untuk memenuhi kehilangan basal, juga untuk pembentukan sel-sel darah merah yang semakin banyak serta janin dan plasentanya. Seiring dengan bertambahnya umur kehamilan, zat besi dibutuhkan semakin banyak. Dengan demikian resiko anemia zat besi semakin besar. Pada waktu triwulan I kehamilan, kebutuhan zat besi lebih rendah dari sebelum hamil karena tidak menstruasi dan zat besi yang di transfer kepada janin lebih rendah, pada waktu menginjak triwulan II, sampai pada triwulan III. Penambahan massa sel darah merah ini mencapai 35% dengan penambahan kebutuhan zat besi sebanyak 450 mg. Kenaikan kebutuhan konsumsi oleh janin. Keadaan ini diimbangi dengan menurunnya kadar Hg yaitu sebanyak 1 gr/100 mg ( pada wanita tidak hamil batas kadar Hg normal adalah 12 gr/100 ml ). Fisiologi anemia disebabkan karena volume plasma naik melebihi dari penambahan banyak jumlah red cell mass, sehingga menghasilkan adanya haemoditulion pada tingkat tertentu (Waryono, 2010)

Tinggalkan Komentar