Contoh Proposal Penyuluhan Chikungunya

1
A. Latar Belakang
Penyakit Chikungunya saat ini sedang marak di masyarakat sehingga sangat menimbulkan rasa cemas bagi warga . Terjadinya korban chikungunya semakin meningkatkan kecemasan mereka akan bahaya dari penyakit ini. Keadaan tersebut meningkatkan keingin tahuan warga mengenai penyakit ini dan warga berupaya untuk mencegah sebagai antisipasi terhadap penyakit ini. 
Seorang tokoh di dunia kedokteran Hipokrates (460-377 SM), adalah tokoh yang pertama-tama berpendapat bahwa penyakit itu ada hubungannya dengan fenomena alam dan lingkungannya. Keadaan cuaca yang sekarang ini tidak tentu kea rah musim penghujan atau musim kemarau sangat berpengaruh pada keadaan lingkungan, terutama sangat potensial sekali untuk menyebabkan munculnya penyakit-penyakit akibat keadaan lingkungan yang kurang sehat. 

Di negara berkembang seperti Indonesia, angka kematian penyakit menular cukup tinggi dan prevalensinya terus meningkat karena banyak dipengaruhi faktor lingkungan dan perilaku hidup masyarakat. Terlebih lagi dengan sosial ekonomi yang memburuk sehingga kejadian kasus penyakit menular memerlukan penanganan yang lebih serius, profesional dan bermutu. Untuk itu perlu dilakukan upaya pemeliharaan kesehatan guna untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,ataupun individu.
Keadaan lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Banyak aspek kesejahteraan manusia dipengaruhi oleh lingkungan, dan banyak penyakit dapat dimulai, didukung, ditopang atau dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan. Menurut Notoatmojo (1996), kesehatan lingkungan pada hakekatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum juga.
Penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih dan sehat yang sering terjadi dan mewabah adalah Chikungunya. chikungunya merupakan sejenis penyakit atau sejenis demam virus yang disebabkan oleh alphavirus dari keluarga Togaviridae. Penyakit ini disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nama penyakit yang disebut chikungunya berasal dari bahasa Makonde yang artinya melengkung ke atas. Maksudnya adalah merujuk pada tubuh yang membungkuk karena gejala arthritis penyakit ini.
Gejala penyakit chikungunya diawali dengan demam mendadak, kemudian diikuti munculnya ruam kulit dan limfadenopati, artralgia, mialgia atau atritis yang merupakan tanda dan gejala khas chikungunya. Penderita dapat mengeluhkan nyeri atau ngilu bila berjalan kaki karena serangan pada sendi-sendi kaki. Masa inkubasi chikungunya adalah 1-6 hari. Dibandingkan dengan DBD, gejala penyakit ini muncul lebih dini, perdarahan juga jarang terjadi pada penyakit chikungnya.
B. Masalah Keperawatan
Resiko terjadinya peningkatan penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih (DHF dan Chikungunya).
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan keperawatan tentang Chikungunya selama diharapkan warga dusun IX Sorogaten dapat mengerti dan memahami tentang pengertian penyakit Chikungunya, penyebab, tanda dan gejala, penularan, pencegahan, dan pengobatannya. 
2. Tujuan Khusus
Setelah di lakukan pendidikan keperawatan tentang Chikungunya selama 1 x 30 menit diharapkan warga dusun IX Sorogaten dapat mengerti dan memahami tentang :
  • Pengertian chikungunya
  • Penyebab chikungunya
  • Tanda gejala chikungunya
  • Penularan Chikungunya
  • Pencegahan Chikungunya
  • Pengobatan Chikungunya
D. Sasaran
Sasaran pendidikan keperawatan tentang penyakit Chikungunya ini adalah seluruh warga masyarakat yang ada di Padukuhan IX Sorogaten, Karangsewu, Galur, Kulon Progo.
E. Strategi
Strategi yang digunakan untuk kegiatan adalah pendidikan keperawatan (Chikungunya).
F. Kegiatan:
– Jenis Kegiatan: Penyuluhan
– Kegiatan ini dilakukan pada:
– Hari/ Tanggal : Jum’at, 10 Juni 2015
– Waktu : Pukul 19.00 WIB – Selesai
– Tempat : Balai Dusun IX Sorogaten, Karangsewu, Galur, Kulon Progo
– Pengorganisasian:
  • Penanggung jawab :
  • Ketua:
  • Sekretaris:
  • Bendahara:
  • Pemateri:
  • Notulen:
  • Demonstrator:
G. Media
  • Power point materi
  • Leaflet
  • LCD proyektor
H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Tahap persiapan
  • Perencanakan tempat dan waktu pertemuan
  • Setting tempat penyuluhan sesuai rencana
  • Mempersiapkan materi penyuluhan tentang Chikungunya
b. Tahap pelaksanaan
  • Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 10 juni 2015 pukul 19.00 WIB – selesai di balai dusun IX Sorogaten, Karangsewu, Galur, Kulon Progo
  • Presenter menyampaikan penyuluhan tentang Chikungunya.
2. Evaluasi Proses
  • Penyuluhan dapat berjalan dengan lancar;
  • Warga yang hadir berperan aktiv selama kegiatan penyuluhan berlangsung.
  • Warga dapat menjelaskan kembali tentang penyakit Chikungunya.
3. Evaluasi Hasil
  • Jumlah warga yang hadir sekitar 75% dari undangan yang di sebar.
  • Keseluruhan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
  • Masyarakat memahami dan mengetahui tentang penyakit Chikungunya.
I. Materi Penyuluhan
Terlampir
                                                                              Kulon Progo, 1 Juni 2015
       Mengetahui,
       Pembimbing                                                           Ketua Kelompok

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar