Contoh LP Diare

Diare adalah kehilangan cairan elektrolit yang berlebihan terjadi karena frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali, dengan bentuk tinja cair atau encer (WHO, 1980). Menurut bagian ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Indonesia (1988), diare diartikan sebagai suatu kondisi buang air besar yang tidak normal atau tinja yang encer dengan frekuensi lebih sering dari biasanya.
Etiologi
1. Faktor Infeksi
  • Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Infeksi enteral ini meliputi: Infeksi bakteri Infeksi Virus. Infeksi parasit: Cacing, Jamur
  • Infeksi parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain diluar alat pencernaan, seperti Otitis Media Akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis dan sebagainya.
2. Faktor Malabsorbsi
  • Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktrosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering ialah intoleransi laktrosa.
  • Malabsorbsi lemak.
  • Malabsorbsi protein.
3. Faktor makanan: makanan besi, beracun, alergi terhadap makanan.
4. Faktor psikologis: rasa takut dan cemas
Pathways
Manifestasi Klinik
  • Cengeng gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang.
  • Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer
  • Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu.
  • Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya difekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.
  • Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elistitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai penurunan berat badan.
  • Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat tekan darah turun, denyut jantung cepat, pasien sangat lemas, kesadaran menurun (apatis, samnolen, sopora komatus) sebagai akibat hipovokanik.
  • Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria).
  • Bila terjadi asidosis metabolik klien akan tampak pucat dan pernafasan cepat dan dalam (Kusmaul).
Pemeriksaan diagnostik
1. Pemeriksaan tinja, meliputi:
  • Makroskopis dan mikroskopis
  • pH dan kadar gula dalam tinja
  • Bila perlu diadakan uji bakteri
2. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan menentukan pH dan cadangan alkali serta analisa gas darah.
3. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal.
4. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na, K, Kalsium dan Posfat.
Komplikasi
  • Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik atau hipertonik).
  • Rengatan hipovolemik.
  • Hipokalemia (dengan gejala mekorismus, hiptoni otot, lemah, bradikardi, perubahan pada elektro kardiagram).
  • Hipoglikemia.
  • Introleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili mukosa, usus halus.
  • Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik.
  • Malnutrisi energi, protein, karena selain diare dan muntah, penderita juga mengalami kelaparan.
Penatalaksanaan medis
1. Pemberian cairan,
  • Cairan per oral: cairan yang bersifat NaCl dan NaHCO3 dan glukosa.
  • Cairan parentral, Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat. Menurut Whaley and Wong (1997)
Umur
BB
Total/24 jam
Kebutuhan
Cairan/Kg BB/24 jam
3 hari
10 hari
3 bulan
6bulan
9 bulan
1 tahun
2 tahun
4 tahun
6 tahun
10 tahun
14 tahun
18 tahun
3.0
3.2
5.4
7.3
8.6
9.5
11.8
16.2
20.0
28.7
45.0
54.0
250-300
400-500
750-850
950-1100
1100-1250
1150-1300
1350-1500
1600-1800
1800-2000
2000-2500
2000-2700
2200-2700
80-100
125-150
140-160
130-155
125-165
120-135
115-125
100-1100
90-100
70-85
50-60
40-50
2. Pengobatan dietetic
Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg, jenis makanan:
  • Susu (ASI, susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak jenuh
  • Makanan setengah padat (bubur atau makanan padat (nasi tim)
  • Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai sedang atau tak jenuh.
Standar Nutrisi parenteral untuk anak diare adalah didasarkan atas kebutuhan kalori, kebutuhan.
Rencana Asuhan Keperawatan Diare
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan volume cairan aktif.
*Tujuan: Tercapainya keseimbangan cairan dan elektrolit
*Intervensi:
  • Pantau warna, jumlah dan frekuensi kehilangan cairan
  • Observasi kehilangan cairan yang tinggi
  • Tinjau ulang elektrilit terutama natrium, kalium, klorida dan kreatinin
  • Kaji adanya vertigo atau hipotensi postural
  • Pantau status hidrasi (kelembaban mukosa, kekuatan nadi)
  • Timbang berat badan
  • Catat dan hitung intake dan output
  • Tentukan jumlah cairan yang masuk dalam 24 jam
  • Tingkatkan asupan oral/ berikan cairan oral yang disukai pasien
  • Pasang kateter urine
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan hilangnya nafsu makan
*Tujuan asupan nutrisi dan cairan meningkat
*Intervensi
  • Ketahui makanan kesukaan pasien
  • Anjurkan makan sedikit tapi sering
  • Anjurkan makan kala hangat
  • Berikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan cara memenuhinya
  • Diskusikan dengan ahli gizi tentang kebutuhan proteinnya
  • Ajarkan metode untuk perencanaan makanan
  • Libatkan keluarga dalam tindakan keperawatan
3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi kulit
*Tujuan: menunjukkan penyembuhan luka
*Intervensi
  • Catat karakteristik luka
  • Bersihkan dengan cairan antibacterial
  • Jaga kelembaban kulit
  • Terapkan teknik aseptic/steril saat membersihkan
  • Observasi keadaan luka setiap melakukan tindakan keperawatan
  • Bandingkan dan catat secara teratur adanya perubahan pada luka
  • Ajari keluarga prosedur perawatan luka
4. Hipertermia berhubungan dengan dehidrasi
*Tujuan: pasien akan menunjukkan termoregulasi
*Intervensi:
  • Pantau aktifitas / kemungkinan kejang
  • Pantau hidrasi
  • Pantau vital sign secara berkala
  • Anjurkan dan pakaikan pakaian yang tipis
  • Kompres hangat pada aksila, kening, leher dan lipat paha
  • Anjurkan minum yang banyak minimal 6 gelas/hari
  • Berikan obat antipiretik
Daftar Pustaka
  1. Suriadi & Yuliani R ( 2011 ). Asuhan Keperawatan Pada Anak, Edisi 1 , Jakarta, CV, Sagung Seto
  2. Judith M. W, Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Share

This website uses cookies.