Adakah Cemburu Yang Tercela

0
Cemburu merupakan suatu ungkapan hati yang timbul karena bukti cinta. Selama apa yang ditimbulkan dari rasa cemburu itu baik maka tidak mengapa namun ketika diungkapkan dengan cara yang negatif tentunya akan menimbulkan masalah baru. Sebagai contoh sederhana adalah saat Abu Bakr dan ‘Umar bin Khothob rodhiyallaahu ‘anhuma berlomba untuk infaq. Abu Bakr berani menginfaqkan seluruh hartanya namun justru ‘Umar baru mampu sebatas setengah dari seluruh harta yang dimiliki. Ketulusan hati dan terbimbingnya diri dengan Al Quran dan Sunnah akan membuat diri seseorang mampu meluapkan perasaannya dengan bijak. Allah pun punya rasa cemburu. Cemburu Allah saat perintahNya dilanggar namun laranganNya ditegakkan.
Dalam kitab Roudhotul Muhibbin, Syaikhul Islam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menerangkan pula tentang bentuk-bentuk cemburu yang tercela. Cemburu dapat dikatakan tercela jika menimbulkan burung sangka sehingga orang yang mencintai tega menyakiti orang yang dicintai. Ada pula kecemburuan yang mendorongnya untuk menghukum kekasihnya melebihi batas kewajaran. Bahkan ada di antara pencemburu tega membunuh orang yang dicintai.
Dikisahkan dalam kitab tersebut pula, ada seorang penyair yang memiliki dua orang pembantu, pemuda dan gadis. Pemuda itu tampan dan si gadis pun cantik. Penyair ini sangat mencintai keduanya. Suatu hari tatkala penyair itu masuk rumah, ia dapati kedua pembantunya itu saling berpelukan. Maka penyair ini pun mengikat keduanya lalu membunuhnya.
Semoga cinta yang kita bangun dengan pasangan yang kita pilih memberikan banyak manfaat. Satu sisi kita menginginkan pasangan yang sempurna namun di sisi lain sudahkah kita sempurna. Sungguh tak ada manusia yang sempurna selain Rosulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam. Satu hal yang sejatinya mampu dilakukan oleh umatnya adalah saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Bukan pasangan yang sempurna yang hendaknya kita cari namun bersama si “dia” yang belum sempurna itu bersama-sama membangun cinta yang sempurna di hadapan Allah.
Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.