20 Tanda Timbulnya Rasa Cinta

Mencintai dan dicintai merupakan sebuah hal yang pasti sangat dibutuhkan bagi makhluk hidup. Cinta tertinggi yakni mencintai dan dicintai Allaah bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Para Rosul dan Nabi telah membuktikan bahwasanya pembuktian cinta mereka kepada Allaah memberikan efek luar biasa yakni Allaah pun cinta kepada mereka. Para Shohabat Rosul Rodhiyallaahu ‘anhum, mereka membuktikan cinta mereka kepada Allaah dengan menginfaqkan segalanya sehingga mereka sangat dicintai oleh Rosuulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam dan Allaah pun Ridho. Apalagi yang kita harapkan selain Allaah Ridho terhadap apa yang kita lakukan.

Cinta memberikan sebuah motivasi yang positif selama dinaungi cinta Allaah. Dalam mencintai, pada awalnya akan tumbuh rasa yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, terkadang hanya dapat direalisasikan dengan perbuatan, baik hati mau pun anggota badan. Ibnul Qoyyim menyebutkan ada 20 tanda-tanda rasa cinta itu hinggap di hati seorang hamba.

Dalam kitab Roudhotul Muhibbin, Ibnul Qoyyim menuliskan tanda-tanda cinta diantaranya:
1. Menghujam pandangan mata kepada yang dicintainya
Mata merupakan pintu hati, ia juga merupakan pengungkap kandungan hati dan penyibak rahasia-rahasianya. Mata lebih mampu menyampaikan rasa cinta darpada lidah. Maka tidak heran jika pandangan orang yang sedang merasakan cinta akan tertuju kepada orang yang dicintainya ke mana pun ia pergi dan di mana pun berada. Ada sebuah sya’ir yang berhubungan dengan hal ini:

Ku ikuti pandangan ke mana pun pergi
Tak seorang pun mampu menghalangi jalan yang kulalui

‘Arobi pernah ditanya,”Menurut kalian apakah yang dimaksud dengan cinta itu?”. ‘Arobi menjawab,”Cinta adalah pandangan mata yang penuh arti, lidah yang senantiasa menyebut, janji-janji yang dikrarkan dan isyarat-isyarat yang menunjukkan rela atau marah”.
2. Malu-malu jika orang yang mencintai memandangnya
Orang yang mencintai seseorang biasanya ketika orang yang dicintai memandangnya maka ia merasa malu dan memalingkan pandangannya ke bawah atau ke tempat lain. Hal ini karena rasa sungkan dan karena adanya keagungan kedudukan orang yang dicintainya di dalam hatinya. Aplikasi yang riil dan telah Rosul ajarkan adalah tatkala sholat kita dilarang menghadap ke arah langit. Bahkan mengancam dengan kebutaan jika melakukannya. Ini adalah bukti dari kesempurnaan adab. Jika bukan karena keagungan Allaah di atas ‘Arsy-Nya yang berada di atas langit tentu tidak ada bedanya antara memandang ke atas maupun bawah.
3. Senantiasa menyebut sosok yang dicintai
Rasa cinta diiringi dengan selalu menyebut namanya, selalu mengingat dan membicarakannya. Oleh karenanya, Allaah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk selalu mengingatnya dalam keadaan bagaimana pun. Allaah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (Al Anfal: 45)
Orang yang merasakan cinta akan bangga jika mereka dapat menyebut sosok yang dicintainya. Ada seorang penyair berkata:

Ku sebut dirimu tatkala anak panah siap menghujam
Senjata-senjata yang lain juga datang berseliweran

Ada juga penyair yang berkata:

Ku sebut dirimu tatkala tombak berlontaran
Seperti lubang sumur yang diguyur susu hitam
Aku siap menangkap sabetan pedang mengkilat
Seperti kilatan gigimu yang putih ketika tersenyum

Cinta akan semakin bersemu jika senantiasa disirami dengan air penyebutan. Dan sebaik-baik penyebutan adalah penyebutan yang keluar dari cinta.

4. Selalu taat terhadap perintah sang kekasih
Tanda cinta ini adalah penyatuan kehendak orang yang mencitai dengan yang dicintainya. Orang yang mencintai terbagi menjadi 3 macam yaitu:
  • Orang yang mempunyai keinginan tertentu terhadap orang yang dicintai
  • Orang yang berkeinginan terhadap orang yang dicintai
  • Orang yang berkeinginan seperti keinginan orang yang dicintai
5. Sabar terhadap gangguan dari orang yang dicintai
Sabar dalam menghadapi kedurhakaan-kedurhakaannya atau melaksanakan keputusan-keputusannya. Inilah bukti kesabaran orang yang mencintai. Ada pun kesabatan yang disertai paksaan adalah kesabaran yang kosong. Seorang penyair berkata:

Pujian diberikan kepada kesabaran dimanapun jua
Pemaksaan terhadap orang yang dicintai bukanlah pujian

6. Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya
Hatinya selalu ada tempat untuk mendengarkan perkataan orang yang dicintai. Jika ada perhatian yang lain selain perhatian kepada perkataan orang yang dicintai maka itu adalah perhatian yang dipaksakan. Seorang penyair berkata:

Senantiasa kuperhatikan perkataanku
Agar aku tampat mengerti dengan fikiranku

7. Mencintai tempat tinggal dan rumah orang yang dicintai
Inilah letak rahasia seseorang yang menggantungkan hatinya untuk mencitai Ka’bah dan Baitul Harom sehingga untuk dapat berdekatan dengannya ia rela untuk meninggalkan negaranya dan orang yang dicintainya yang lain. Seorang penyair berkata:

Kuhampiri dirimu seakan kau ada di pelupuk mata
Kutapaki jalan sekali pun jarak jauh tiada terkira

Allaah berfirman dalam ayat ke 26 suroh Al Hajj:
وَإِذْ بَوَّأْنَا
لإبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ
لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan
(ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah
(dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan
sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang
beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.
8. Segera menghampiri sosok yang dicintai
Seseorang akan menempuh seluruh jalan yang bisa menghantarkannya kepada orang yang dicintainya. Ia berusaha agar bisa berdekatan dan bersanding dengan orang yang dicintai. Siapa pun yang menghalangi jalannya pasti akan dibinasakannya. Ia terus sibuk mencari jalan menuju kekasihnya, bersungguh-sungguh untuk bisa bersua dengan kekasihnya.
9. Mencintai apa pun yang dicintai oleh kekasihnya
Dikisahkan oleh Hasan Al Bahsri rohiimahullaah bahwa ada orang yang jatuh cinta mencintai model celana orang yang dicintai sehingga dalam daftar harta warisannya ditemukan 12 kantong yang berisi berbagai macam model celana. Anas bin Malik juga memiliki kisah unik. Beliau menyukai buah labu karena melihat Rosulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam yang selalu memandang ke arah hidangan labu di atas mangkuk.
10. Jalan yang dilalui terasa pendek sekali pun panjang saat mengunjungi orang yang dicintai

Jika malam-malam aku mengunjunginya
Ku lihat yang jauh teras dekat di mata

11. Salah tingkah jika sedang mengunjungi orang yang dicintai atau sedang dikunjungi oleh orang yang dicintai

Dia menemuiku dan aku pun salah tingkah karenanya
Karena kecemasanku ada di dalam genggamannya
Kegembiraanku sirna tatkala dia sudah berlalu
Karena dia menguasai semua kirimanku

12. Kaget dan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatakala mendengar namanya disebut
Allaah berfirman dalam suroh Al Anfal ayat 2-3:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ
الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ
آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah
gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya
bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka
bertawakal,
الَّذِينَ يُقِيمُونَ
الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu)
orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang
Kami berikan kepada mereka.
13. Cemburu kepada orang yang dicintai
Cemburu akan bangkit jika orang yang dicintainya dijahati, dirampas haknya dan diganggu urusanya. Masalah agama termasuk dalam hal yang wajib dicemburui. Seseorang tidak dianggap cinta jika tidak merasa cemburu. Orang yang tidak punya rasa cinta, jika larangan-larangan Allaah dan Rosulnya dilanggar maka ia tidak peduli. Seseorang tidak dianggap cinta jika tidak peduli terhadap orang yang diucapkannya cinta tatakala ia dizolimi.
14. Rela berkorban untuk mendapatkan keridhoan orang yang dicintai
Pada tahap ini, keadaan orang yang dilanda cinta terbagi dalam 3 macam, yaitu:
  • Pada awalnya pengorbanan yang dilakukannya terasa berat dan membebani
  • Jika perasaan cinta semakin kuat maka pengorbanan dilakukan dengan suka rela dengan senang hati
  • Jika cinta itu tertanam kuat dalam hati maka pengorbanannya sudah menjadi tuntutan dan permintaan yang seakan harus diambil dari orang yang dicintainya bahkan rela mengorbankan nyawanya sekali pun demi membela orang yang dicintainya. Hal itu telah diamalkan oleh para Sahabat Rosul yang rela mengorbankan nyawanya untuk kekasihnya tercinta, Rosulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam.
15. Menyenangi apa pun yang disenangi oleh orang yang dicintainya
Dalam menyikapi hal ini, perlu adanya penjelas batasan yang mesti dicintai atau diingkari. Jika orang yang kita cintai menyukai hal-hal yang menyelisihi syari’at maka wajib atas kita menasihatinya untuk memilih hal-hal yang tidak melanggar agama. Apa pun kebaikan yang dicintai oleh orang yang kita cintai maka hendaknya kita pun menyukainya.
16. Suka menyendiri dari manusia
Maksud dari poin 16 ini adalah ketika seseorang sedang dalam kondisi cinta yang memuncak maka ia tak ingin ada orang lain mengusik kebersamaannya dengan sang kekasih. Sebuah contoh, tatkala kita sedang sholat, maka tak boleh seorang pun lewat di depan kita. Pada tahap awal, Rosul memerintahkan untuk menghalau orang yang akan lewat di depan kita dan Rosul perintahkan untuk membunuhnya jika iya tetap memaksa lewat di depan orang sholat. Itulah sebuah cinta, tak boleh ada orang ketiga mengganggu seorang yang mencintai berduaan dengan kekasihnya.
Begitu pun dengan sesama makhluk. Seorang suami tentu tak ingin kebersamaannya dengan istri diusik. Ketika rasa rindu memuncak maka seolah dunia hanya milik berdua.
17. Tunduk dan patuh kepada orang yang dicintai
Level cinta yang menumbuhkan sebuah sikap tunduk dan patuh, hanya ditujukan kepada Allaah. Hal ini disebut dengan penghambaan. Maka akan salah kaprah jika seseorang menyatakan tunduk dan patuh (menghamba) kepada selain Allah. Termasuk sebuah penghambaan jika seseorang menyatakan tunduk dan patuh terhadap sebuah peraturan yang menyelisihi peraturan yang telah Allaah tetapkan dalam Al Quran dan Sunnah.
18. Helaan nafas yang lebh panjang dan sering
Dalam poin 18 ini, dibagi dalam 2 keadaan:
  • Helaan nafas yang disebabkan karena susah dan sedih
  • Helaan nafas yang disebabkan oleh kegembiraan dan kesenangan
19. Menghindari hal-hal yang bisa merenggangkan hubugan dengan orang yang dicintainya dan menyenangi hal-hal yang bisa mendekatkan dirinya dengan kekasihnya

 20. Adanya kecocokan antara orang mencintai dan orang yang dicintai

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker