Beberapa Dasar Dalam Penulisan Karya Ilmiah

0
Penulisan ilmiah dalam dunia akademisi merupakan sebuah tuntutan yang mesti dipenuhi. Ragam karya ilmiah tentunya tak terkotak pada sebuah hasil riset semata. Bentuknya beraneka ragam seperti buku dan bahkan artikel. Dalam lingkup riset pun dipecah lagi menjadi KTI (Karya Tulis Ilmiah), Skripsi, Thesis, Disertasi dan Laporan Penulisan. Semua jenis tulisan ilmiah tersebut sudah pasti pula memiliki kaidah masing-masing yang mengikat. Salah satu aturan mendasar dalam sebuah penulisan ilmiah adalah terkait dengan struktur tulisan, penggunaan bahasa dan unsur-unsur wajib dalam sebuah tulisan ilmiah yakni seperti adanya rumusan masalah, tinjauan pustaka, desain penelitian, hasil dan kesimpulan.

Secara garis besar dapat dibahasakan dengan mudah dalam poin berikut:

  1. Tata bahasa: penggunaan bahasa yang terstruktur dan memperhatikan kaidah EYD. Komponen dalam tiap kalimatnya pun harus disesuaikan dan teliti baik itu titik (.), koma (,) atau tanda baca lainnya.
  2. Gaya bahasa: gaya bahasa yang digunakan dalam sebuah karya tulis ilmiah hendaknya bersifat akademis dan tidak menggunakan bahasa-bahasa pasar (tidak standar bahasa Indonesia). Selain itu, gaya bahasa haruslah lugas dan tidak berbelit-belit. To the point dengan penjelasan yang gamblang.
  3. Kosa kata: kosa kata (vocabulary) yang digunakan memperhatikan kaidah bahasa Indonesia baku, bukan bahasa gaul atau bahasa keseharian. Selain itu juga dapat digunakan pula bahasa Inggris karena bahasa internasional atau menyesuaikan peraturan yang berlaku. Namun apa pun bahasanya, kosa kata yang digunakan adalah kosa kata baku.
  4. Ilmu yg berkaitan: dalam BAB II, dipaparkan terkait teori yang berkaitan dengan tema yang diambil dan langsung mengerucut, tidak perlu mencantumkan materi yang tidak berbubungan.
  5. Mengungkapkan masalah yg jelas
  6. Solusi: pada BAB akhir dijelaskan kesimpulan atas hasil penelitian dan jika didapati masalah yang urgent maka hendaknya diberikan pula penawaran solusi yang tepat.
Masalah didefinisikan menjadi 3 yaitu :
Suatu hal (pertanyaan) yg belum ada jawaban
Suatu hal yang jawabanya masih dipertentangkan
Suatu hal baru
Rumusan masalah hendaknya mencakup salah satu atau beberapa poin di atas. Buat apa kita meneliti sesuatu yang sudah ada jawabannya. Penelitian ilmiah yang bermanfaat adalah penelitian yang menemukan sesuatu solusi baru atau memecahkan masalah yang masih samar.

Tinggalkan Komentar