Tho’ifah Manshurah adalah Kelompok yang Berperang

Tho’ifah Manshurah adalah Kelompok yang Berperang

Senyumperawat.com – Tho’ifah Manshurah adalah kelompok yang mendapatkan pertolongan dari Allah. Tidak sembarangan kelompok, mereka adalah penegak kebenaran di tengah kondisi umat yang sedang menghadapi ujung zaman.

Dari Jabir bin ‘Abdullah Rodhiyallaahu ‘anhu, berkata: Rasulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran, mendapat pertolongan Allah hingga datangnya hari kiamat.” Beliau berkata, “Kemudian akan datang ‘Isa putra Maryam ‘alayhis salaam, lalu pemimpin mereka berkata (kepada ‘Isa ‘alayhis salaam), “Kemarilah, silakan Anda mengimami kami shalat.” Lalu ‘Isa ‘alayhis salaam menjawab, “Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allaah kepada umat ini.” (Rowahu Muslim)

Dari ‘Uqbah bin Al-Hushain Rodhiyallaahu ‘anhu, berkata: Rosuulullaah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran dengan mendapatkan pertolongan Alah dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi mereka, hingga orang yang akhir dari mereka memerangi Dajjal.” (Rowahu Ahmad)

Dari ‘Uqbah bin Amir Rodhiyallaahu ‘anhu, berkata: Aku mendengar Rosuulullaah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang karena perintah Allah. Mereka dimenangkan Allah atas musuh mereka. Tidak memberi madhorat kepada mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, hingga datang hari kiamat dan mereka di atas yang demikian itu”.(Rowahu Muslim)

Dari Jabir bin Samuroh Rodhiyallaahu ‘anhu, berkata: Rosuulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Akan senantiasa tegak agama ini, di mana ada segolongan dari kaum muslimin yang berperang untuk membelanya hingga hari kiamat”. (Rowahu Muslim)

Hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwa Tho’ifah Manshurah yang dipuji Rosuulullah Shollallaahu ‘alayhi wa sallam, di antara syaratnya adalah berperang di jalan Allah (Al Jihadu Fy Sabilillaah) untuk memenangkan agama-Nya, dan golongan ini akan senantiasa tegak; tidak terputus selama-lamanya.

Dengan demikian, konteks dalam hadits tersebut “…akan senantiasa ada segolongan…” dan kelompok ini tegak di atas kebenaran maknanya mengikuti Salafush Sholih, mengambil petunjuk dengan petunjuk Al-Qur’an dan As Sunnah, serta menolak segala bid’ah. Di sini penisbatannya adalah benar-benar asli penisbatannya kepada kebenaran.

Adapun pendapat banyak ahlul ‘ilmi dari kalangan Salafush Sholih bahwa Tho’ifah Manshurah adalah ahlul hadits, maka makna ini adalah benar. Maksud pendapat mereka, golongan tersebut berada di atas i’tiqod (keyakinan) atau ‘aqidah Ahlul Hadits, dan ‘aqidah mereka adalah ‘aqidah yang paling selamat dan paling sesuai dengan ilmu yang benar.

Berkata An-Nawawi Rohimahullaah: “Berkata Ahmad bin Hambal Rohimahullaah, “Kalau mereka bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu lagi siapa mereka’”.

Berkata Al-Qodhi ‘Iyadh Rohimahullaah,“Hanyasanya yang dikehendaki Ahmad adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan orang-orang yang i’tiqodnya di atas madzhab Ahlul Hadits”.

Berkata Ibnu Taimiyah Rohimahullaah dalam fatwanya tentang wajibnya memerangi Tartar ketika menyebutkan Tho’ifah Manshurah: “Adapun tho’ifah (kelompok) yang berada di Syam, Mesir, dan sebagainya, maka mereka pada saat ini sedang berperang untuk mempertahankan dan membela agama Islam, dan mereka adalah manusia yang paling berhak termasuk dalam Tha’ifah Manshurah yang disebutkan oleh Nabi Shollallaahu ‘alayhi wa sallam”. (Majmû` Fatâwâ: XVIII/253

Oleh; Syaikh Abu Qotadah Al Filisthini

COMMENTS