Contoh Laporan Pendahuluan (LP) Karies Gigi

0
Latar Belakang
Masalah karies gigi masih mendapat perhatian karena sampai sekarang penyakit tersebut masih menduduki urutan tertinggi dalam masalah penyakit gigi dan mulut, yaitu penyakit tertinggi keenam yang dikeluhkan masyarakat Indonesia dan menempati urutan keempat penyakit termahal dalam pengobatan.

Berdasarkan survey kesehatan gigi yang dilakukan oleh Direktorat Kesehatan Gigi Departemen Kesehatan RI pada tahun 1994, ternyata jumlah masyarakat yang berkunjung Universitas Sumatera Utara mau pun pasien yang dirujuk ke rumah sakit karena menderita penyakit gigi dan mulut akibat karies gigi menduduki jumlah terbesar yaitu 53,05%. Sebanyak 77 % anak usia sekolah umur 12 tahun memiliki masalah gigi berlubang. Karies merupakan penyakit yang paling sering dijumpai di rongga mulut, di Indonesia lebih dari 90% penduduknya menderita karies.

Menurut penelitian Natamiharja tahun 1998 yang dikutip oleh Rusiawati (2002) pada anak usia 6-13 tahun di 2 SD di Medan terdapat anak dengan karies pada molar pertama 49,69% dan molar kedua 42,92% sedangkan murid bebas karies 7,39%.

Berdasarkan hasil survey berdasarkan data SP2TP Kabupaten Lampung Selatan tahun 2007 tercatat kasus penyakit gigi dan mulut dengan perincian penyakit karies gigi 20,99 % terjadi di Lampung Selatan, penyakit pulpa dan jaringan periapikal 30,22 %, gingivitis 22,01 %, gangguan gigi 20,65 %, penyakit rongga mulut 6,12 %. Terjadi di kabupaten Lampung Selatan.

Rencana Keperawatan
Dari latar belakang di atas, dapat diperoleh suatu pernyataan tentang pentingnya merawat gigi terutama pada anak usia sekolah. Karena itu, sangat diperlukan suatu penanganan untuk masalah karies gigi. Penanganan tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan suatu kegiatan atau upaya yang dapat meningkatkan derajat kesehatan anak-anak terutama anak usia sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut.

Diagnosa Keperawatan
Resiko peningkatan jumlah penderita karier gigi di SD N 2 Hanura berhubungan dengan kurangnya sumber informasi mengenai perawatan kesehatan gigi.

Tujuan Keperawatan
1. Tujuan Umum
Diharapkan siswa/i SDN 2 Hanura dapat memahami cara menggosok gigi.
2. Tujuan Khusus
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan siswa SDN 2 Hanura mengetahui mengenai pengertian kesehatan gigi dan mulut
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan siswa SDN 2 Hanura mengetahui mengenai dampak mengenai tidak melakukan perawatan kesehatan gigi
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan siswa SDN 2 Hanura mengetahui mengenai penanganan awal dampak buruk akibat tidak melakukan perawatan kesehatan gigi.
  • Setelah dilakukan asuhan keperawatan siswa SDN 2 Hanura mengetahui pencegahan dampak buruk akibat tidak dilakukannya perawatan kesehatan gigi.

Rencana Kegiatan
1. Topik: Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
2. Metode
Metode penyuluhan yang akan disampaikan dalam penyuluhan adalah bersifat fleksibel, artinya akan lebih banyak prioritas terhadap kebutuhan tingkat pengetahuan dan pendidikan mengenai tentang cara menggosok gigi yang harus diketahui anak usia sekolah antara lain:
a. Ceramah
b. Diskusi/tanggung jawab
c. Demonstrasi
3. Media (Alat dan Bahan)
a. LCD
b. Replika anatomi gigi
c. Perlengkapan gosok gigi: sikat gigi, pasta gigi, gelas, dan air.
4. Waktu dan Tempat
Waktu : Selasa/8 Februari 2014
Tempat : Ruang kelas SDN 2 Hanura
5. Pengorganisasian
*Ketua Pelaksana : Destur Purnama jati
Uraian tugas : Mengkoordinasi seluruh kegiatan
*Penyaji : Destur
Uraian tugas : Menyampaikan materi penyuluhan
*Demonstrator : Purnama
Uraian Tugas
1) Mengkoordinasi kegiatan demonstrasi
2) Memperagakan demonstrasi
3) Membantu penyaji memberikan materi
*Observer : Jati
Uraian Tugas
1) Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu, tempat dan jalannya acara
2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota kelompok denga evaluasi kelompok

*Pembawa Acara :Bung Destur

Uraian Tugas
1) Memimpin seluruh jalannya kegiatan
2) Mengingatkan penyaji, demonstrator dalam melaksanakan kegiatan
3) Mengkondisikan suasana

*Fasilitator : Bung Purnama

Uraian tugas
1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan kegiatan
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
6) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah

Setting Tempat
Susunan Tempat Penkes
Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
  • Peserta dapat hadir dan mengikuti penyuluhan dari awal-akhir
  • Tempat nyaman
  • Pencahayaan cukup
  • Media lengkap dan dapat difungsikan dengan baik
  • Susunan tempat rapi dan teratur
  • Ruangan tidak lembab.
b.Kriteria Proses
  • Anak-anak mengikuti kegiatan sesuai dengan jadwal
  • Sambutan diberikan dari ketua kelompok, dosen pembimbing dan guru SDN 2 Hanura
  • Keadaan ruangan tidak gaduh
  • Anak-anak berdiskusi dan tanya jawab sesuai dengan sesi tanya jawab.
c.Kriteria Hasil
75% siswa SD mengikuti kegiatan sampai akhir dan dapat menyebutkan:
  • Menjekaskan pengertian tentang menggosok gigi.
  • Menyebutkan mengetahui mengenai dampak mengenai tidak melakukan perawatan kesehatan gigi
  • Menyebutkan penanganan awal dampak buruk akibat tidak melakukan perawatan kesehatan gigi.
  • Menyebutkan pencegahan dampak buruk akibat tidak dilakukannya perawatan kesehatan gigi.
DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI. Media Aesculapius Pine, M. C. 1997. Communite Oral Heath. Reed educational and Profesiional Publishinng Ltd
www.kesehatangigidanmulut.com
www.Sikatgigipagimalam.com

Tinggalkan Komentar