Adenomyosis, Endometrium yang Salah Tempat

Adenomiosis adalah penetrasi dan bertumbuhnya jaringan endometrium (jaringan yang melapisi dinding dalam rahim) ke dalam myometrium (lapisan otot rahim), sering disebut pula dengan endometriosis internal. Jadi penyakit ini sejenis dengan endometriosis. Endometriosis adalah radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan menyebabkan pelvic pain.
Adenomiosis dapat tumbuh bersamaan dengan endometriosis eksternal. Jaringan endometrium yang salah tempat ini, seperti endometrium yang normal, akan mengikuti siklus menstruasi, jadi cenderung mengalami pendarahan pada saat menstruasi. Darah yang terkumpul di dalam jaringan otot rahim ini akan menyebabkan pembengkakan, rahim menjadi lebih besar. Pembengkakan (adenomiosis) ini dapat merata atau terfokus di satu tempat. Jika pembengkakan ini terfokus di satu tempat maka disebut sebagai adenomyoma, yang mana menyerupai tumor rahim lainnya.
Gejala-gejala adenomiosis

  1. Pembesaran rahim
  2. Nyeri pelvis
  3. Nyeri, yang dirasakan terutama selama menstruasi (dysmenorrhea). Nyeri dapat juga dirasakan pada saat tidak sedang menstruasi.
  4. Pembesaran rahim dapat merata dengan tonjolan-tonjolan rahim yang besar atau dapat pula seperti tumor yang terlokalisir.
  5. Menstruasi yang banyak dan abnormal. Pendarahan pada saat menstruasi dapat banyak sekali dan berhari-hari, mungkin dengan bekuan-bekuan darah. Pendarahan yang hebat ini dapat menyebabkan anemia.
  6. Pendarahan abnormal di luar menstruasi (pendarahan sedikit-sedikit, bercak-bercak).
Pemeriksaan Penunjang
  1. Histerosalpingogram. Adenomiosis seringkali ditemukan secara kebetulan, ditemukan pada saat operasi pengangkatan rahim karena alasan lain. Adenomiosis bisa didagnosa dengan melakukan suatu histerosalpingogram (suatu pemeriksaan rontgen daerah panggul setelah suatu kontras dimasukkan ke dalam dinding rahim).
  2. MRI. Pada saat ini diagnosa lebih baik didapat dengan pemeriksaan MRI yang dapat mendeteksi adanya adenomiosis dan seberapa luas adenomiosis dan juga dapat membedakannya dari fibroid. Pemeriksaan MRI panggul ini harus dikerjakan dengan media kontras Gadolinium yang disuntikkan ke pembuluh darah.
  3. USG transvaginal. USG transvaginal dapat mendiagnosis secara akurat.
Dengan MRI maupun USG dapat dideteksi adenomyosis pada lebih dari 90% kasus. Akan tetapi, adenomiosis merupakan suatu keadaan yang umum dijumpai oleh karena itu harus dipertimbangkan pada setiap wanita dengan pendarahan yang abnormal. Keadaan ini cenderung tidak terdiagnosa, karena pendarahan yang abnormal seringkali dianggap akibat kelainan hormonal.
Pengobatan
  1. Seringkali pembesaran rahim yang tidak begitu besar biasanya tidak menimbulkan gejala dan karenanya tidak diperlukan obat-obatan. Untuk kasus-kasus pendarahan hebat disertai nyeri yang amat sangat dapat dipakai obat GnRH agonis yang mana obat ini menyebabkan suatu keadaan seperti menopause dengan penghentian fungsi indung telur secara lengkap dan juga menghentikan menstruasi, yang menyebabkan jaringan yang abnormal bisa menyusut. Keadaan seperti menopause ini sangat menguntungkan bagi pasien-pasien yang mengalami anemia karena memungkinkan pasien untuk memulihkan anemianya, terutama dibantu dengan obat-obatan penambah darah. Tapi obat GnRH agonis ini tidak mudah ditoleransi oleh karena menyebabkan gejala-gejala menopause seperti hot flash. Konsekuensi lainnya adalah pengeroposan tulang, peningkatan kolesterol jahat dan penurunan kolesterol yang baik. Oleh karena itu pemakaian obat ini biasanya dibatasi selama 6 bulan saja. GnRH agonis juga digunakan untuk mengobati kemandulan yang dihubungkan dengan adenomiosis. Tapi obat ini bisa memulihkan kesuburan hanya pada kasus-kasus yang ringan, tidak pada kasus-kasus yang berat.
  2. Pembedahan Hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) saat ini dipertimbangkan sebagai satu-satunya terapi yang efektif untuk adenomiosis yang menimbulkan gejala. Meskipun hanya sebagian rahim yang diangkat tetapi dengan begitu maka tidak dibolehkan lagi adanya kehamilan.

Pustaka
Rasjidi, Imam dr. 2007. Panduan Penatalaksanaan Kanker Ginekologi. Jakarta : EGC.

Bagian Obstetric dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. 1981. Ginekologi. Universitas Padjajaran Bandung.

Prawirodihardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo.

Web:
natural-fertility-info.com
www.alternativesurgery.com
en.wikipedia.org

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker