Perokok Tidak Diperkenankan Sholat Berjamaah

0

Fenomena jumlah perokok meskipun sudah diberikan peringatan lebih tegas dalam bungkusnya “Merokok, Membunuhmu!” tetap saja tak ada pengaruh. Bukan teks itu yang mesti direvisi melainkan produksi rokoknya yang perlu dicabut izinnya. Pemerintah terkesan hanya memikirkan dari segi devisa tapi tetap saja syari’at Islam yang ia pun mengaku beragama Islam mesti mendapatkan posisi kedua setelah uang berbicara.

Rokok dalam Islam sudah jelas telah dilarang. Namun alangkah banyaknya pula orang yang KTP nya tertera status agama sebagai muslim justru bisa jadi paling banyak pula yang mengonsumsi rokok. Secara agama mau pun medis, rokok tidaklah ada 1 pun manfaat selain kerugian yang akan didapat.

Rokok tidaklah menjadi bagian yang penting dalam hidup manusia selain menjadi bagian penting dalam upaya pembunuhan berencana. Rokok adalah alat untuk bunuh diri paling halus namun cukup efisien. Telah banyak penelitian ilmiah yang memaparkannya. Bahkan di google pun telah diupload foto-foto perokok yang mengalami kerusakan organ tubuh sebagai dampak pasti.

Terkait dengan hal ini bahkan syaikh Ibnu Utsaimin rohiimahullaah mengeluarkan fatwa bahwasanya perokok pun termasuk orang yang dilarang untuk mengikuti sholat berjama’ah. Bau nafas perokok dapat tercium oleh jama’ah lain. Hal ini sungguh mengganggu. Tentu pembaca pun sudah pernah mengalaminya.

Syaikh Utsaimin menyatakan dalam kitab beliau, Al Halalu wal Al Haromu Fyl Islaam, orang yang merokok menimbulkan bau yang mengganggu orang lain maka tidak halal baginya untuk mengganggu mereka. Beliau juga menjelaskan bahwa pelarangan ini agar ketika perokok melihat dirinya tidak diperbolehkan untuk mengikuti sholat jama’ah maka hal itu akan menjadi suatu sebab untuk dia bertobat.

Apa sih yang dapat diharapkan dari rokok selain kerugian dunia dan akhirat?

Source: Al Utsaimin, Muhammad Bin Sholih. 2013. Halal & Haram Dalam Islam hal 242. Ummul Qura: Jakarta
Editor: Destur

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.