Jalan Dakwah Perawat Muslim

Senyumperawat.com – Kematian tak dapat dipungkiri oleh setiap makhluk. Allaah berfirman dalam surat Aali ‘Imroon 185:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. 
Sebagai makhluk kita dituntut untuk sebatas berusaha menjadi lebih baik namun keputusan di tangan Allaah semata. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, demikian kata Allaah. Sebagai tim medis terkadang menjadi dilema tersendiri ketika keluarga pasien tidak terima atas apa yang terjadi kepada anggota keluarganya. Tak sedikit yang lantas menyalahkan tim medis atas tindakan yang tidak tepat atau alasan apa pun. Meskipun tim medis sudah bekerja begitu keras hingga mengerahkan segala kemampuannya, pihak keluarga pasien yang memang belum memahami hakikat kehidupan dan kematian pasti bersi kukuh menyalahkan tim medis atau yang bersangkutan. Disinilah peran penting tenaga medis memahami agama Islam secara komprehensif.

Tenaga medis seperti perawat dituntut untuk lebih dekat dengan pasien. Tiap harinya bekerja di RS dan selalu bersinggungan dengan pasien. Dikala inilah, peran perawat sebagai seorang da’i/da’iah begitu diutamakan. Setiap profesi kita hendaknya selalu menjadi lahan dakwah kita. Dakwah tidaklah harus di atas mimbar. Dakwah tidaklah harus dengan berceramah. Dakwah dapat dilakukan kapan pun, di mana pun dengan profesi apa pun. Seorang perawat menjadi penguat bagi pasien yang sedang mengalami penurunan keimanan atau untuk keluarga yang sedang risau.
Allaah berfirman dalam suroh An Nahl: 125

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Hikmah di sini tentunya meliputi isi dan cara. Isi yang kita dakwahkan kepada pasien tentunya ada dalil yang mendasari, bukan taqlid buta. Landasan jelas yang patut menjadi rujukan tentu saja Al Qur-an dan As Sunnah.

Muat Lebih

Sebagai perawat muslim sudah sepatutnya dimulai dari sejak menempuh pendidikan formal di kampus, ilmu agama juga harus mendapat porsi yang cukup. Hal ini menjadi tolok ukur seorang perawat bukan hanya menjadi perawat yang berorientasi pada dunia semata melainkan akhirat menjadi tujuan yang begitu menggiurkan. Allaah sebagai Robb yang harus kita ‘ibadahi tak butuh apa-apa dari seorang perawat namun perawat itulah yang butuh Allaah sebagai pelindung, penjaga, konsultan dan tempat memohon.

Peran perawat sebagai juru dakwah begitu besar. Semoga para perawat yang istiqomah selain menjalankan profesi sebagai perawat juga menjadi juru dakwah yang mendakwah kalimat Allaah. Menyeru pasien untuk kembali kepada Allaah ‘azza wa jalla.

Pos terkait