Dekubitus, Komplikasi Pasien Tirah Baring

Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.
Dekubitus atau luka tekan adalah kerusakan jaringan yang terlokalisir yang disebabkan karena adanya kompressi jaringan yang lunak diatas tulang yang menonjol (bony prominence) dan adanya tekanan dari luar dalam jangka waktu yang lama. Kompresi jaringan akan menyebabkan gangguan pada suplai darah pada daerah yang tertekan. Apabila ini berlangsung lama, hal ini dapat menyebabkan insufisiensi aliran darah, anoksia atau iskemi jaringan dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian sel.

Luka tekan (pressure ulcer) atau dekubitus merupakan masalah serius yang sering tejadi pada pasien yang mengalami gangguan mobilitas, seperti pasien stroke, injuri tulang belakang atau penyakit degeneratif. Istilah dekubitus sebenarnya kurang tepat dipakai untuk menggambarkan luka tekan karena asal kata dekubitus adalah decumbere yang artinya berbaring. Ini diartikan bahwa luka tekan hanya berkembang pada pasien yang dalam keadaan berbaring. Padahal sebenarnya luka tekan tidak hanya berkembang pada pasien yang berbaring, tapi juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan kursi roda atau prostesi. Oleh karena itu istilah dekubitus sekarang ini jarang digunakan di literatur literatur untuk menggambarkan istilah luka tekan.
Faktor yang mempengaruhi dekubitus:
1. Faktor intrinsik
Gambar luka ulkus dekubitus

Penuaan (regenerasi sel lemah), sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti DM, status gizi, underweight atau kebalikannya overweight, anemia, hipoalbuminemia, penyakit-penyakit neurologik dan penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah, keadaan hidrasi/cairan tubuh.

2. Faktor Ekstrinsik
Kebersihan tempat tidur, alat-alat tenun yang kusut dan kotor, atau peralatan medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu, duduk yang buruk, posisi yang tidak tepat, perubahan posisi yang kurang.
Derajat luka dekubitus:
1. Stadium Satu
Adanya perubahan dari kulit yang dapat diobservasi. Apabila dibandingkan dengan kulit yang normal, maka akan tampak salah satu tanda sebagai berikut: perubahan temperatur kulit (lebih dingin atau lebih hangat). Perubahan konsistensi jaringan (lebih keras atau lunak). Perubahan sensasi (gatal atau nyeri). Pada orang yang berkulit putih, luka mungkin kelihatan sebagai kemerahan yang menetap. Sedangkan pada yang berkulit gelap, luka akan kelihatan sebagai warna merah yang menetap, biru atau ungu.
2. Stadium Dua
Hilangnya sebagian lapisan kulit yaitu epidermis atau dermis, atau keduanya. Cirinya adalah lukanya superficial, abrasi, melempuh, atau membentuk lubang yang dangkal.
3. Stadium Tiga
Hilangnya lapisan kulit secara lengkap, meliputi kerusakan atau nekrosis dari jaringn subkutan atau lebih dalam, tapi tidak sampai pada fascia. Luka terlihat seperti lubang yang dalam.
4. Stadium Empat
Hilangnya lapisan kulit secara lengkap dengan kerusakan yang luas, nekrosis jaringan, kerusakan pada otot, tulang atau tendon. Adanya lubang yang dalam serta saluran sinus juga termasuk dalam stadium IV dari luka tekan.
Faktor Resiko Ulkus Dekubitus
Luka dekubitus hingga berlubang
  1. Mobilitas dan aktivitas
  2. Penurunan sensori persepsi
  3. Kelembaban
  4. Tenaga yang merobek
  5. Pergesekan
  6. Nutrisi. Hipoalbuminemia, kehilangan berat badan, dan malnutrisi umumnya diidentifikasi sebagai faktor predisposisi untuk terjadinya luka tekan. Menurut penelitian Guenter (2000) stadium tiga dan empat dari luka tekan pada orangtua berhubungan dengan penurunan berat badan, rendahnya kadar albumin, dan intake makanan yang tidak mencukupi.
  7. Usia
  8. Tekanan arteriolar yang rendah. Tekanan arteriolar yang rendah akan mengurangi toleransi kulit terhadap tekanan sehingga dengan aplikasi tekanan yang rendah sudah mampu mengakibatkan jaringan menjadi iskemia. Studi yang dilakukan oleh Nancy Bergstrom (1992) menemukan bahwa tekanan sistolik dan tekanan diastolik yang rendah berkontribusi pada perkembangan luka tekan.
  9. Stress emosional
  10. Merokok. Nikotin yang terdapat pada rokok dapat menurunkan aliran darah dan memiliki efek toksik terhadap endotelium pembuluh darah.
  11. Temperatur kulit.
Pencegahan Ulkus Dekubitus
  1. Untuk mencegah terbentuknya ulkus bisa dilakukan beberapa tindakan berikut:
  2. Merubah posisi pasien yang tidak dapat bergerak sendiri, minimal setiap 2 jam sekali untuk mengurangi tekanan
  3. Melindungi bagian tubuh yang tulangnya menonjol dengan bahan-bahan yang lembut (misalnya bantal, bantalan busa).
  4. Mengkonsumsi makanan sehat dengan zat gizi yang seimbang
  5. Menjaga kebersihan kulit dan mengusahakan agar kulit tetap kering.
  6. Jika pasen harus menjalani tirah baring dalam waktu yang lama, bisa digunakan kasur khusus, yaitu kasur yang diisi dengan air atau udara.
  7. Mengkaji resiko klien terkena dekubitus.
  8. Massase tubuh.
  9. Penkes pada klien/keluarga

(Bung Destur/senyumperawat.com)


Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

3 thoughts on “Dekubitus, Komplikasi Pasien Tirah Baring”

  1. suami saya juga mengalami decubitus dah 6 th, alhamdulillah luka mengecil. namun sekarang pertumbuhan sangat lambat kenapa ya , kadang ada putih putih di dalamnya atau di luar luka. mohon sarannya.

    1. coba dikaji faktor-faktornya bu, ibu kan perawat pastinya bisa lebih maksimal untuk merawat bapak. secara mendasar faktor-faktor yang dapat mempercepat dan memperlambat penyembuhan luka pastinya pula ibu juga sudah paham.

      mungkin sekedar saran, waktu yang ibu curahkan untuk suami bisa diperbanyak sehingga suami juga lebih terpantau. terkait putih-putih pada luka, jika tidak ditunjukkan gambarnya tentu sulit bu untuk menentukan itu apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker