Prinsip Dasar Perawatan Ruang Isolasi

Senyumperawat.com – Pada umumnya ruang isolasi digunakan oleh pihak rumah sakit. Rumah sakit merupakan suatu tempat dimana orang yang sakit dirawat dan ditempatkan dalam jarak yang sangat dekat. Di tempat ini pasien mendapatkan terapi dan perawatan untuk dapat sembuh. Tetapi, rumah sakit selain untuk mencari kesembuhan, juga merupakan depot bagi berbagai macam penyakit yang berasal dari penderita maupun dari pengunjung yang berstatus karier. Kuman penyakit ini dapat hidup dan berkembang di lingkungan rumah sakit, seperti; udara, air, lantai, makanan dan benda-benda medis maupun non medis. Terjadinya infeksi nosokomial akan menimbulkan banyak kerugian, antara lain :
  1. Lama hari perawatan bertambah panjang
  2. Penderitaan bertambah
  3. Biaya meningkat

Manajemen pasien isolasi

1. Sebelum membawa pasien

Pakaikan masker medis/bedah pada pasien jika ada dan yang dapat ditolerir pasien.

2. Sebelum kontak dengan pasien

 

Ruang Isolasi
  • Gunakan masker medis/bedah
  • Mencuci tangan
  • Gunakan pelindung mata, jubah dan sarung tangan bila ada resiko terkena cipratan lendir dari pasien.
  • Cucilah dan sterilkan tubuh/peralatan diantara pasien.
  • Gantilah sarung tangan (jika bisa) dan cucilah tangan pasien.

3. Prosedur penggunaan Aerosol (misal intubation, bronchoscopy, CPR, suction)

Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga
  • Hanya staf tertentu yang boleh keluar masuk ruangan
  • Gunakan jubah medis
  • Gunakan particulate respirator (misal: EU FFP2, US NIOS-certified N95) jika ada
  • Gunakan pelindung mata, lalu kenakan sarung tangan
  • Lakukan prosedur terencana dalam ruangan berventilasi yang memenuhi syarat.
 4. Persiapan ruangan
  • Batasi akses keluar-masuk dan perhatikan rambu-rambu kendali infeksi
  • Sediakan perlengkapan khusus pasien jika ada
  • Pastikan jarak kurang dari 1 meter (3.3 kaki) antara pasien dan area pengunjung.
  • Pastikan dipatuhinya tata-tertib setempat dalam penggantian linen dan kebersihan ruangan.

5. Persiapan sebelum memasuki ruang isolasi

  • Gunakan masker medis/bedah
  • Mencuci tangan

6. Hal-hal yang harus dilakukan sebelum keluar dari ruang isolasi

Ruang Isolasi
  • Lepaskan peralatan pelindung personal (sarung tangan, jubah, masker, dan pelindung mata)
  • Buanglah barang-barang yang memang harus dibuang sesuai dengan peraturan setempat
  • Mencuci tangan
  • Mencuci dan mensterilkan peralatan untuk pasien dan perlengkapan pribadi pasien yang dikenakan pasien.
  • Buanglah sampah yang terkontaminasi virus sesuai peraturan tentang sampah klinis.

7. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk pasien suspect (positif infeksius)

  • Beritahukan instruksi dan materi untuk pasien/petugas terkait mengenai pernapasan higienis/etika batuk atau bersin.
  • Beritahukan peraturan di ruang karantina, kendali infeksi dan pembatasan kontak sosial
  • Catat alamat dan nomor telepon pasien.

8. Setelah meninggalkan pasien

  • Buanglah atau bersihkan peralatan khusus untuk pasien sesuai peraturan setempat
  • Gantilah dan cucilah linen tanpa mengucek
  • Bersihkan ruangan sesuai peraturan setempat
  • Buanglah sampah yang terkontaminasi virus sesuai aturan tentang sampah klinik

9. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam ruang isolasi

  • Sedapat mungkin diciptakan untuk memfasilitasi kewaspadaan standar.
  • Cuci tangan saat tangan tampak kotor, alkohol hand rub perlu disediakan ditempat yang mudah diraih. Wastafel perlu diadakan 1 buah tiap 6 tempat tidur pasien, sedang ruang high care 1 wastafel tiap 1 tempat tidur.
  • Jarak antar tempat tidur diupayakan cukup agar perawat tidak menyentuh 2 tempat tidur dalam waktu yang sama, Ideal 2,5m. Penurunan jarak menjadi 1,9m menyebabkan peningkatan transfer MRSA 3,15 kali, gaun dapat membantu, terutama pada penempatan pasien yang padat.

Pencegahan transmisi melalui udara/airborne

Ruang dengan kamar mandi terpisah menurunkan transmisi. Perawatan ruang dengan tekanan negatif atau positif sulit dan tidak menunjukkan efektif untuk pencegahan transmisi TBC dibanding kamar isolasi dengan pintu tertutup. Ruang terpisah dengan anteroom yang berventilasi menurunkan udara untuk bergerak antara ruang pasien dan koridor. Perawatannya lebih mudah tetapi nilai bangunan lebih mahal. Dapat digunakan kohorting isolasi yaitu menempatkan beberapa pasien dengan diagnosis sama didalam 1 ruangan.Sangat sulit mencegah transmisi airborne dalam ruangan dengan ventilasi turbulen (aerosol yang larut) karena banyak partikel yang dilepaskan pasien TB saat batuk atau bersin.

Penempatan pasien

Penempatan pasien seharusnya sesuai temuan klinis sambil menunggu hasil kultur laboratorium. Pertimbangan pada saat penempatan pasien:

  1. Kamar terpisah bila dimungkinkan kontaminasi luas terhadap lingkungan, misal: luka lebar dengan cairan keluar, diare, perdarahan tidak terkontrol.
  2. Kamar terpisah dengan pintu tertutup diwaspadai transmisi melalui udara ke kontak, misal: luka dengan infeksi kuman gram positif.
  3. Kamar terpisah dengan ventilasi dibuang keluar, misal: TBC.
  4. Kamar terpisah dengan udara terkunci bila diwaspadai transmisi airborne luas, misal: varicella
  5. Kamar terpisah bila pasien kurang mampu menjaga kebersihan (anak,gangguan mental).
  6. Bila kamar terpisah tidak memungkinkan dapat kohorting.Bila pasien terinfeksi dicampur dg non infeksi maka pasien,petugas dan pengunjung menjaga kewaspadaan untuk mencegah transmisi infeksi .
  7. Penggunaan kamar terpisah untuk mencegah penjalaran infeksi bukan satu-satunya penyelesaian. Barrier nursing bila dijalankan maka transmisi akan berhenti. Penelitian di ICU dengan 6 tempat tidur selama 3 tahun pada 56 pasien masuk tidak terdiagnosis MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) dapat menyebabkan 80 orang terinfeksi.

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

3 thoughts on “Prinsip Dasar Perawatan Ruang Isolasi”

  1. Ruang isolasi memang sudah sepantasnya untuk kita bersihkan, karena dimana ruang isolasi itu sebagai ruang keluar masuk fassien.

  2. Tetapi kenapa ya gan, disaat saya berada di rumah sakit selalu bau obat, padahalkan undah make mesin pendingin ruangan tetapi ko sama aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker