Ketuban Pecah Dini, Tanda dan Penyebabnya

Senyumperawat.com – Kalau mendengar kejadian ketuban pecah dini, pasti para ibu hamil akan merasa ketakutan kalau sampai terjadi. Persalinan ialah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan (37- 42 minggu) atau hampir cukup bulan disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.

Tanda-tanda utama persalinan adalah timbulkan his (kontraksi), keluarnya lendir bercampur darah dan keluarnya air ketuban.

Salah satu hal yang perlu diketahui oleh para ibu adalah KPD. KPD adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu bila pembukaan pada primi (kehamilan pertama) kurang dari 3 cm dan pada multipara (kehamilan lebih dari 1 kali) kurang dari 5 cm, bila periode laten terlalu panjang dan ketuban sudah pecah, maka dapat terjadi infeksi yang dapat meninggikan angka kematian ibu dan anak.

Prinsip-prinsip ketuban pecah dini

Prinsip dasar KPD menurut Sarwono Prawiraharjo:

  1. Ketuban dinyatakan pecah dini apabila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.
  2. KPD merupakan masalah penting dalam obstetri berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi khorioamnionitis sampai sepsis.
  3. KPD disebabkan oleh karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intrauterine atau oleh kedua faktor tersebut. Berkurangnya kekuatan membrane disebabkan oleh adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serviks.
  4. Penanganan KPD memerlukan pertimbangan usia gestasi, adanya infeksi pada komplikasi ibu dan janin, dan adanya tanda-tanda persalinan.
Sebagian besar bukti mengarah bahwa KPD berhubungan dengan proses biokimia meliputi rusaknya kolagen antarmatriks ekstraseluler amnion dan korion dan programmed death of cell pada membran janin dan lapisan uteri maternal (desidua) sebagai respon terhadap berbagai rangsangan seperti peregangan membrane (membrane stretching) dan infeksi saluran reproduksi, yang menghasilkan mediator seperti prostaglandin, sitokin dan hormon protein yang mengatur aktivitas enzim degradasi matriks.

Penyebab ketuban pecah dini

Kejadian KPD disebabkan oleh:

a. Selaput janin dapat robek dalam kehamilan:

  • Spontan karena selaputnya lemah atau kurang terlindung karena cervix terbuka (cervix yang inkompetent).
  • Karena trauma, jatuh, coitus atau alat-alat juga pada ibu dengan aktifitas tinggi.
  • Insiden menurut Eastman kira-kira 12% dari semua kehamilan.
b. Adanya hipermotilitas rahim yang sudah lama terjadi sebelum ketuban pecah. Penyakit-penyakit : Pielonefritis, Sistitis, Servisitis, dan Vaginitis terdapat bersama-sama dengan hipermotililtas rahim ini.
c. Selaput ketuban terlalu tipis, kelainan ketuban (abnormalitas struktur dan biokimia air ketuban).
d. Infeksi (amnionitis atau khorioamnionitis, servisitis, vaginosis bakterial).
e. Faktor-faktor lain merupakan predisposisi adalah: multipara, malposisi (anomaly janin), disproporsi, cervik incompeten dll.
f. Ketuban pecah dini artifisial (amniotomi) dimana ketuban dipecahkan terlalu dini.
Hubungan yang signifikan juga telah ditemukan antara keletihan karena bekerja dan peningkatan resiko KPD. KPD ternyata berkaitan dengan komplikasi obstetric lain yang menimbulkan dampak terhadap hasil-akhir perinatal, termasuk kehamilan multifetus, presentasi bokong, korioamnionitis, dan gawat janin pada persalinan. Akibat dari semua komplikasi ini, seksio sesarea dilakukan pada hampir 40% kasus.

Tanda-tanda ketuban pecah diri

Adapun ciri-ciri dari KPD dini adalah:
  1. Air ketuban mengalir keluar, hingga rahim lebih kecil dari normal sesuai dengan tuanya kehamilan serta konsistensinya lebih keras.
  2. Biasanya terjadi persalinan
  3. Cairan: hydroohoea amniotica.

Referensi:

  • Susanti, Meti, 2008, Hubungan Antara Paritas dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Dr. M Yunus Bengkulu, Karya Tulis Ilmiah, Poltekkes Depkes Bengkulu, Bengkulu.
  • Tucker, Susan Martin, 2004, Pemantauan dan Pengkajian Janin, EGC, Jakarta.
  • Varney, Helen; Kriebs, Jan M; Gregor, Carolyn L, 2007, Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Diterjemahkan oleh Laily Mahmudah, EGC, Jakarta.
  • Verrals, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Diterjemahkan oleh Hartono, EGC, Jakarta.
  • Vicky, Chapman, 2006, Asuhan Kebidanan Persalinan dan Kelahiran, EGC, Jakarta.
  • Widjanarko, Bambang, 2009, Ketuban Pecah Dini (Preterm Rupture of Membrane). Tersedia (https://www.authorstream.com)
    Wiknjosastro, Hanifa, 2006, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
    Saifuddin, Abdul Bari, 2006, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
  • Oxorn, H, 2003, Ilmu Kebidanan, Patologi dan Fisiologi Persalinan, YEM, Jakarta.
  • Manuaba, IBG, 2001, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta
  • Mansjoer, Arif (Ed), 2000, Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius, Jakarta.
  • Hilda, 2007, Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Ketuban Pecah Dini di RSUD A. Yani Kota Metro Tahun 2006, Karya Tulis Ilmiah, Program Studi Kebidanan Metro, Poltekkes DepKes Tanjung Karang, Kota Metro.
  • Admin, 2007, Ketuban Pecah Dini [online], Pengelolaan Ketuban Pecah Dini. Tersedia(https://www.bayisehat.com/pregnancy-mainmenu-39/182-ketuban-pecah-dini-kpd.html)
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

5 Comments

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker