Membawa Al Quran Ke Toilet, Bolehkah

2
Senyumperawat.com – Lafazh Allaah sebagaimana kita ketahui bersama baik tulisan mau dalam bentuk lisan asma Allaah tetaplah agung dan tidak boleh sembarangan. Bentuk kehati-hatian harus selalu kita kedepankan ketika menyangkut urusan agama karena harus didasari dengan ilmu, bukan taqlid. Menjadi sebuah kelaziman ketika pada diri kita, tentunya yang beriman untuk selalu berdzikir mengingat Allaah. Baik itu tasbih, tahmid atau tahlil dan juga takbir. Hal ini tentunya agar hati kita selalu tenang. Sebagaimana firman Allaah, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (Ar Ro’d: 28). Dalam keseharian kita terkadang kita lupa bahwa kita sedang di toilet lantas reflek mengucap dzikir. Tentu hal ini masih diampuni oleh Allaah karena bukan suatu bentuk kesengajaan.
Dalam kasus lain, jika seumpama kita membawa Al Qur-an dalam tas lantas kita akan ke toilet, apakah boleh membawanya masuk. Hal ini tentu ada perselisihan antar ‘ulama. Ada ‘ulama yang mengatakan tidak mengapa asal tidak dibuka, dalam artian tetap tertutup dalam tas dan tidak membacanya di dalam toilet. Ada juga ‘ulama yang mengambil jalan hati-hati yakni tetap tidak boleh membawanya masuk ke toilet.
Syaikh Utsaimin pun mengeluarkan fatwa terkait hal ini dalam kitab beliau, “Al Halaalu Wal Haroomu Fyl Islaam”. Beliau rohiimahullaah berkata, “Tentang mushaf para ahli ilmu berkata, “Tidak boleh bagi seseorang untuk membawanya ke kamar mandi karena mushaf itu seperti sudah diketahui memiliki kehormatan dan keagungan yang menjadikannya tidak pantas untuk dibawa masuk ke tempat seperti ini. Allaah adalah yang memberikan taufiq”.
Boleh masuk ke kamar mandi dengan membawa benda yang bertuliskan Allaah dengan syarat berada di dalam saku, tidak tampak dan dalam keadaan tertutup lagi tersembunyi. Nama-nama orang juga biasanya terdapat penyebutan nama Allaah seperti ‘Abdullaah, ‘Abdul ‘Aziz dan lain sebagainya.
Semoga ulasan beliau dalam kitab Halal & Haram Dalam Islam tersebut dalam menambah sedikit keilmuan kita.
Bahan cemilan:
Al Utsaimin, Muhammad Bin Sholih. 2013. Halal & Haram Dalam Islam hal 210. Ummul Qura: Jakarta
Share

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.