Timbulnya Kontraksi di Awal Persalinan

0

Senyumperawat.com – Kelahiran bayi dimungkinkan oleh gabungan kekuatan antara uterus dan otot
abdomen kerena kekuatan tersebut membuka servik dan mendorong janin melewati
jalan lahir. Otot uterus memberikan kekuatan yang lebih besar atau primer, otot
abdomen memberikan kekuatan sekunder. Kontraksi uterus pada persalinan bersifat
unik mengingat kontraksi ini merupakan kontraksi otot fisiologis yang
menimbulkan nyeri pada tubuh. Lebih jauh lagi, kontraksi ini merupakan
kontraksi involunter karena berada di bawah pengaruh syaraf interinstik. Ini
berarti wanita tidak memiliki kendali fisiologis terhadap frekuensi dan durasi
kontraksi kerana kontraksi ini tidak diatur oleh proses syaraf di luar uterus.
Durasi kontraksi uterus sangat bervariasi, tergantung pada kala persalinan
waktu tersebut. Kontraksi pada persalinan aktif berlangsung dari 45 sampai 90
detik dengan durasi rata-rata 60 menit. Pada persalinan awal, kontraksi mungkin
hanya berlangsung 15 sampai 20 detik. Dalam mengevaluasi frekuensi dan intensitas kontraksi uterus penting untuk
mengetahui bahwa setiap kontraksi terdiri dari tiga fase, yaitu: peningkatan,
puncak dan penurunan. Fase peningkatan lebih lama dibanding dengan gabungan dua
fase lainnya.

Kontraksi uterus normal juga mengikuti pola lain, yang dikenal dengan pola
gradien normal. Istilah ini mengacu pada pola aktivitas otot-otot uterus yang seirama
sehingga menimbulkan kontraksi yang lebih kuat dan lebih lama pada bagian
fundus,berkurang di bagian tengan uterus dan minimal sampai hampir hilang
mendekati servik. Pola ini penting pada pembukaan servik. Kontraksi pada uterus
bermanfaat untuk membedakan uterus ke dalam dua area : (1) area atas, yang
berkontraksi,  mengalami penebalan dan
menyebabkan pengeluaran bayi selama persalinan dan (2) area pasif di bagian bawah,
merupakan ismus uterus (selama persalian dikenal dengan segmen bawah uterus)
dan servik. Area bawah tidak berkontraksi tetapi menipis membentuk saluran otot
yang melebar yang merupakan jalan lahir bayi.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.