Pokok Tarbiyah Paling Jitu Ala Rosul

SenyumPerawat.com – Generasi shohabat/sahabat, merupakan generasi terbaik sepanjang sejarah Islam. Sahabat adalah orang yang bertemu dengan Rosuulullaah ‘alayhi sholaatu was salaam, berstatus muslim dan mati dalam keadaan berislam. Banyak sekali ayat Allaah dan juga hadits Nabi yang memuji betapa tulusnya hati para sahabat rodhiyallaahu ‘anhum. Beberapa dalil itu diantaranya:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka). Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Fath: 29)

Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka
itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka, (At Taubah: 117)

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon (Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad s.a.w. beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan ‘umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai’ah (janji setia) kepada beliau. Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena
itu disebut Bai’atur Ridwan. Bai’atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah)
, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) (Yang dimaksud dengan kemenangan yang dekat ialah kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar). (Al Fath: 18)

 
Rosuulullaah pun memuji para sahabat rodhiyallaahu ‘anhum dalam hadits beliau:
“Sebaik-baik kurun (masa) adalah kurunku, kemudian yang setelahnya, kemudian setelahnya. (Riwayat Bukhory, lihat Shohih Al Jami’ Ash Shoghir)

“Janganlah kamu sekalian memaki salah seorang sahabatku. Karena sungguh sekiranya seseorang di antara kalian menginfakkan emas seperti gunung uhud, maka ‘amal itu belum mencapai 1 mud (kira-kira 6 ons) seseorang di antara mereka (sahabat) atau setengahnya. (Riwayat Ahmad, Bukhory dan Muslim)

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang pernah berbaiat di bawah pohon (Bai’atur Ridhwan). (Shohih Muslim)
Ibnu Mas’ud berkata,”Sungguh Allaah mengamati hati hamba-hambaNya, maka Dia dapati hati Muhammad itu lebih baik dari hati seluruh hambaNya, maka Dia pun memilih dan mengangkatnya sebagai Rosul untuk mengemban risalahNya. Kemudian Allaah mengamati hati hamba-hambaNya sesudah hati Muhammad ‘alayhi sholaatu was salaam, maka Dia dapati hati para sahabatnya (Muhammad) itu lebih baik dari hati seluruh hamba. Lantas mereka dijadikan oleh Allaah sebagai penolong NabiNya.

Lantas apa sebenarnya yang membuat para sahabat menjadi para sosok yang dibanggakan. Jawabannya karena tarbiyah yang langsung diberikan oleh Rosul ‘alayhi sholaatu was salaam. Tarbiyah yang sebenar-benarnya tarbiyah. Pokok-pokok dasar tarbiyah Nabi ‘alayhi sholaatu was salam tersebut diantaranya:

  1. Membatasi pembinaan hanya dengan manhaj Robbani.
  2. Memurnikan dakwah dari segala kepentingan duniawi dan manfaat-manfaat yang bersifat sementara.
  3. Dimulai dengan membangun ‘aqidah umat sebelum menegakkan syari’at.
  4. Sejak pertama kali ada, pembinaannya  adalah kelompok pergerakan.
  5. Jelas benderanya dan terang tujuannya serta tidak bercampur aduk dengan pemikiran lain.
  6. Membina “Qo’idah Sholabah” atau kelompok inti yang kuat.
  7. Mendayagunakan semua potensi.
  8. Mengukur kualitas personil dengan parameter ketaqwaan.
  9. pembinaan melalui celah fenomena dan ‘amal nyata
  10. Berjihad.
  11. Menanamkan keyakinan dalam hati akan datangnya pertolongan Allaah
  12. Menjadi uswah hasanah dan pemimpin yang ber’amal nyata.
  13. Bersikap lembut dan penyayang bukan kasar dan menyakitkan
  14. Bervisi jauh ke depan, khususnya dalam menyikapi perubahan antara fase perjuangan.
  15. Para sahabat menerima perintah untuk dilaksanakan dan ditindakkan.

Sumber:
Dr. ‘Abdullaah ‘Azzam. Tarbiyah Jihadiyah Jilid 1 hal 25-30. Jazeera. Solo

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker