Lotion Pemutih Wajah Dilarang Dalam Islam

Lotion Pemutih Wajah Dilarang Dalam Islam

SenyumPerawat.com – Lotion wajah hingga sepanjang 1 dekade ini makin marak dan makin beragam. Ada produk yang menawarkan pemutih wajah dan ada juga yang menawarkan pembersih wajah. Mungkin yang belum ada adalah penghilang wajah. Ya karena terlanjur putih hingga terlalu putih hingga wajahnya  transparan. Ah, ada-ada saja.

Beragamnya krim pembersih wajah dan juga pemutih wajah tersebut tentu selain manfaat tetap ada madhorotnya karena tiadalah yang sempurna selain ciptaan Allaah semata. Dalam kemasan krim pemutih wajah biasanya tertera kandungan zat kimia yang sejatinya banyak konsumen yang tidap paham tiap zat itu akan berdampak apa pada tubuh. Salah seorang dokter klinik kecantikan pernah bercerita kepada saya bahwasanya memang krim-krim yang digunakan di klinik itu resepnya bagus untuk mempercepat proses pemutihan kulit atau yang lainnya tapi dalam jangka waktu tertentu ia akan memberikan madhorot kepada pasien.

Fatwa Syaikh Utsaimin

Lain daripada itu, bagaimana krim kecantikan itu jika ditinjau dari segi agama. Lotion pemutih kulit yang beredar dipasaran meskipun sudah mendapat label halal namun bukan berarti selalunya aman. Lain daripada itu, terkait boleh tidaknya penggunaan lotion itu mari kita simak fatwa syaikh Utsaimin rohymahullaah.

Beliau berkomentar tentang lotion pemutuh kulit dan penghilang jerawat.  Beliau berkata bahwa jika tujuan penggunaan lotion pemutih kulit dan penghilang jerawat itu untuk memutihkan kulit maka tidak boleh karena itu lebih besar daripada tato. Akan tetapi jika tujuannya untuk menghilangkan jerawat dan penyakit yang sejenisnya maka tidak mengapa karena hal itu untuk menyembuhkan penyakit maka diperbolehkan. Ada perbedaan antara mempercantik diri dengan menghilangkan cacat. Mempercantik diri dalam konteks seperti ini hukumnya tidak boleh sedangkan menghilangkan cacat adalah diperbolehkan.

Faudah, Dr. ‘Abdurrohman Muhammad. Fatwa-Fatwa Medis Kontemporer Seputar Kehamilan & Kecantikan, hal 131. Pustaka Arafah. Solo: 2011

Share

COMMENTS (16)

  • comment-avatar

    Berkunjung di sini, jdi nambah ilmu

  • comment-avatar
  • comment-avatar

    Alhamdulillah, nambah ilmu Ishmah har ini, makasih, sob 🙂

  • comment-avatar

    Makasih ya jadi nambah ilmu nih 😀

  • comment-avatar

    untung sya ga pake

  • comment-avatar

    Saya menggunakan lotion wajah untuk mengurangi flek2 yang mulai muncul. Ini masih dalam konteks menghilangkan cacat kan?
    Terima kasih sudah mampir, itu RS PMI Bogor.

  • comment-avatar

    kenapa diharamkan? kalau yang beredar sudah berlabel depkes bukannya sudah melewati proses penelitian…lagi pula tidak gratis untuk mendapatkan label itu? berarti produk2 yang berlabel depkes perlu dipertanyakan lagi, perlu Bimbingan lagi untuk Belajar lebih baik lagi
    Anak kecil kecil saja banyak yang menggunakan lotion…thx atas sharenya..selamat pagi, mohon maaf jika kata2 ada yang menyinggung dari Admin

    • comment-avatar

      ^_^ kan sudah tertera alasannya di atas bu. depkes kan meninjau dari segi kesehatan tetapi syaikh Ibnu Utsaimin meninjau dari sisi syar'i.

  • comment-avatar

    Salam ukhwah.. saya follow ea.. byk info yang saya boleh perolehi daripada website kamu.

  • comment-avatar

    oh..ternyata diharamkan ya? baru tahu saya…terima kasih info yang bermanfaat ini.
    Kalau memakai sayuran yang ditempelkan ke wajah, dengan tujuan yang sama untuk memutihkan kulit, apakah juga diharamkan?

    • comment-avatar

      klo sayuran fungsinya bukan ke arah situ mas, poin utamanya kan tergantung tujuan, untuk menyembuhkan atau menyehatkan atau hanya untuk memutihkan. tentu beda konteksnya mas