Konsep Paling Dasar Tentang Tingkat Pengetahuan

0
Senyumperawat.com – Pengetahuan
yang merupakan hasil dari kata “tahu” ini terjadi setelah orang melakukan
pengindraan terhadap suatu objek tertentu melalui mata dan telinga. Seseorang
dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai suatu bidang tertentu dengan
lancar, baik secara lisan maupun tertulis maka dikatakan mengetahui bidang
tersebut. Sekumpulan jawaban verbal yang diberikan orang tersebut dinamakan
pengetahuan (Notoatmodjo,2003).
Penelitian
Roger (1974) seperti yang dikutip oleh Notoadmodjo (2003) mengungkapkan bahwa
sebelum orang mengadopsi prilaku baru (berprilaku baru), di dalam diri tersebut
terjadi proses yang berurutan, yakni:
>Awareness
(kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih
dahulu terhadap stimulus (objek).

>Interest
(ketertarikan) terhadap stimulus atau objek tersebut, disini sikap subjek
sudah mulai timbul.

Evaluation (
menimbang-nimbang) terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya.
Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik.
>Trial (mencoba),
dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang
dikehendaki stimulus.
>Adoption (meniru),
dimana subjek telah berprilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan
sikapnya terhadap stimulus.
Namun
demikian dari penelitian-penelitian selanjutnya Roger menyimpulkan bahwa
perubahan perilaku tidak selalu melalui tahap-tahap tersebut (Notoadmodjo,
2003).
#Tingkat
Pengetahuan
Pengetahuan
yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan (Notoatmodjo,
2003):
>Tahu (Know)
Tahu
diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall)
sesuatu yang spesifik dari seluruh badan yang dipelajari atau rangsangan yang
telah diterima. Oleh sebab itu, tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang
paling rendah. Kata kerja untuk mengukur orang tahu tantang apa yang dipelajari
antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan
sebagainya.
>Memahami
(Comprehension)
Memahami
diartikan sebagai kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang
diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang
yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat dijelaskan, menyebutkan
contoh, menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.
>Aplikasi
(Aplication)
Aplikasi
diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada
situasi atau kondisi sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai
aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya
dalam konteks dan situasi yang lain. Misalnya dapat menggunakan rumus statistik
dalam perhitungan-perhitungan hasil penelitian, dapat menggunakan
prinsip-prinsip siklus pemecahan masalah (Problem Solving Cyclel) di dalam
pemecahan masalah kesehatan dari kasus yang diberikan.
>Analisis
(Analysis)
Analisis
adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu subjek ke dalam
komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi dan masih ada
kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan
kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan,
memisahkan, mengelompokan dan sebagainya.
>Sintesis
(Syntesis)
Sintesis
menunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan bagian-bagian
di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain. Sintesis adalah
suatu kemampuan untuk menyusun formulasi-formulasi yang ada. Misalnya: dapat
menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan diri dan
sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang ada.
>Evaluasi
(Evaluation)
Evaluasi ini
berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap
suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria
yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.
#Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Pengetahuan
Menurut
Notoatmodjo (2003), pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yaitu:
>Pengalaman
Pengalaman
dapat diperoleh dari pengalaman sendiri maupun orang lain. Pengalaman yang
sudah dapat memperluas pengetahuan seseorang. Pengalaman adalah hasil sentuhan
alam dengan panca indra.
>Tingkat
Pendidikan
Pendidikan
dapat membawa wawasan atau pengetahuan seseorang. Secara umum, seseorang
berpendidikan lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas
dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pendidikannya lebih rendah.
>Keyakinan
Biasanya
keyakinan diperoleh secara turun temurun dan tanpa adanya pembuktian terlebih
dahulu. Keyakinan ini bisa mempengaruhi pengetahuan seseorang, baik keyakinan
itu sifatnya positif maupun negatif.
>Fasilitas
Fasilitas-fasilitas
sebagai sumber informasi yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang,
misalnya radio, televisi, majalah, koran, dan buku.
>Penghasilan
Penghasilan
tidak berpengaruh langsung terhadap pengetahuan seseorang. Namun bila seseorang
berpenghasilan cukup besar maka dia akan mampu untuk menyediakan atau membeli
fasilitas-fasilitas sumber informasi.
>Sosial
Budaya
Kebudayaan
setempat dan kebiasaan dalam keluarga dapat mempengaruhi, persepsi dan sikap
seseorang terhadap sesuatu.
Pengukuran
pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan
tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden.
Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita
sesuaikan dengan tingkatan-tingkatan di atas.

Tinggalkan Komentar