Film Syirik Tapi Dikemas Islami

Senyumperawat.com – Dunia perfilman di Indonesia sudah terlalu penuh dengan sampah. Dalam kaidah komputer, jika sebuah file dianggap sampah maka tempatnya di “Recycle bin”. Lebih parah lagi ketika file itu justru file corrupt dan mengancam eksistensi komputer maka antivirus pun dikerahkan.Lebih rumit lagi jika itu urusan ‘aqidah, maka harus benar-benar murni tanpa ada benih kesyirikan sedikit pun. Ketika kita bicara syirik tentu tak kan lepas dari pembatal syahadat. Lantas betapa berbahayanya dengan munculnya film syirik tapi dikemas islami.

Sudah lama ingin membahas masalah ini namun baru kali ini sempat untuk melanjutkan. Terkait dengan beberapa film kolosal yang menceritakan sejarah para orang sholih di Indonesia. Hal-hal yang kita perhatikan film itu salah satunya adalah ilmu kanuragan. Ilmu Kanuragan adalah ilmu yang digunakan untuk membela diri secara supranatural. Dijelaskan pula bahwa ilmu ini melingkupi ilmu kebal dan ilmu serangan yang menggunakan tenaga
dalam yang diperoleh dengan meditasi. (Wikipedia)

Muat Lebih

Lain daripada itu, jika kita menilik kisah para Nabi & Rosul tentunya mereka memiliki mu’jizat itu karena izin Allaah. Contohnya seperti Nabi Musa ‘alayhis salaam yang bisa mengeluarkan tangan menjadi bercahaya dan tongkat pun bisa menjadi ular, tak lain itu karena kehendak Allaah untuk menampakkan kuasanya. Ada pun Rosuulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam yang diberikan mu’jizat berupa Al Qur-an yang diwahyukan secara berangsur-angsur dan beliau juga pernah isro’ mi’roj hanya dalam waktu satu malam.

Berbeda dengan para sahabat Nabi rodhiyallaahu ‘anhum. Mereka hanya manusia biasa yang tidak diberikan kepada mereka mu’jizat. Sebuah hal unik ketika dalam film-film kolosal di Indonesia, para tokoh sholih digambarkan memiliki kekuatan supranatural. Mereka bisa mengeluarkan serangan berupa cahaya yang menyala lalu tampak seperti laser. Lebih parah lagi mereka bisa menghilang dan sembari mengucapkan dzikir kepada Allaah. Sungguh Allaah dan RosulNya tidak mengajarkan hal-hal seperti ini. Ada pun hal itu justru warisan para ahli sihir.

Rosul kita shollallaahu alayhi wa sallam sebagaimana kita ketahui, beliau dilempar batu saja kaki beliau berdarah dan tidak kebal. Para sahabat pun yang begitu sholihnya ketika berperang hanya menggunakan pedang, tombak dan panah. TIDAK PERNAH sekali pun mereka yang terbukti sholih itu bisa menghilang atau bisa mengeluarkan jurus-jurus kanuragan. Lantas bagaimana bisa televisi-televisi di Indonesia menggambarkan tokoh-tokoh sholih itu dengan disemati ilmu kanuragan.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An Nisaa’: 48)

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (An Nisaa’: 116)

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (Az Zumar: 65)

Dalam kitab Al Kaba-ir karya Imam Adz Dzahabi pun dijelaskan bahwa dosa paling besar adalah syirik. Setiap manusia diciptakan oleh Allaah dengan keterbatasan manusia, tidak bisa menyerupai Allaah yang apabila berkehendak maka Allaah pun dapat melakukan apa pun. Ukuran manusia tentu berbeda dengan ukuran jin. Jin sebagaimana kita ketahui ia diciptakan oleh Allaah dengan kelebihan memiliki sihir. Manusia pun jika ingin memiliki sihir berarti mesti bersekutu dengan jin yang mana persekutuan ini berarti syirik, memohon pertolongan kepada selain Allaah. Lantas orang-orang sholih setara Abu Bakr, ‘Umar bin Khothob, ‘Utsman bin ‘Affan dan ‘Ali bin Abi Tholib saja tidak bisa terbang atau bahkan menghilang, maka alangkah mustahilnya orang-orang yang hidup jauh setelah mereka dapat melakukan hal itu tanpa bantuan dari jin.

Rosuulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
Jauhilah 7 dosa yang menyebabkan kebinasaan. “Ditanyakan kepada beliau, “Apakah ke-7 dosa itu wahai Rosuulullaah?”. Beliau menjawab: Dosa menyekutukan Allaah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allaah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran dan menuduh wanita mu’minah baik-baik berbuat zina. (Riwayat Bukhory (2766) dan Muslim (89)

Jadi kita perlu menelaah lebih seksama. Mana acara televisi yang mendidik dan mana yang justru merusak. Tayangan televisi seperti itu tentu merusak ‘Aqidah kita selaku umat Islam. Anak-anak terutama ketika menonton salah satu cara televisi berjudul “Raden Kian Santang” yang notabene diperankan oleh anak-anak. Tidak jarang anak-anak muslim setelah menontoh acara itu pun ikut-ikutan meniru gerakan-gerakan mengeluarkan jurus kanuragan sambil bertasbih atau menghilang sambil mengucap hamdalah. Film syirik tapi dikemas islami ini dalam rangka perusakan ‘aqidah Islam secara perlahan.

Maka sebagai penutup, mari lindungi anak-anak kaum Muslimin dari tontonan yang merusak ‘aqidah kita selaku muslim. Selamatkan keluarga kita dari film syirik tapi dikemas islami.

Pos terkait