Fatwa Syaikh Utsaimin Tentang Kontrasepsi

SenyumPerawat.com – Kontrasepsi, semakin modern maka makin ada-ada saja yang dibuat manusia. Jika melirik jaman Rosul ‘alayhi sholaatu was salaam dan shohabat rodhiyallaahu ‘anhum, maka belum pernah sekali pun saya pribadi membaca shiroh atau mendengar sejarah bahwa mereka membahayakan dirinya hanya untuk sekedar kontrasepsi. Banyak sekali model kontrasepsi yang sekarang ada, baik yang alami mau pun yang buatan. Tentu yang buatan manusia itu memiliki efek yang tidak ringan. Alat kontrasepsi buatan banyak modelnya, ada spiral, pil, suntik dan lain bahkan vasektomi atau tubektomi serta lebih parah adalah pengangkatan rahim.
Tentu hal ini menjadi polemik tersendiri terutama bagi kaum Muslimin yang seluruh aktivitasnya sudah diatur dalam Al Quran dan As Sunnah sesuai pemahaman generasi salaf. Terkait dengan polemik ini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rohiimahullaah telah mengeluarkan fatwa beliau.
Syaikh Ibnu Utsaimin  rohymahullaah berkata, “Yang selayaknya dilakukan oleh kaum Muslimin adalah memperbanyak jumlah anak sekuat kemampuannya karena banyaknya anak merupakan maksud dari sabda Nabi ‘alayhi sholaatu was salaam:
Nikahilah wanita-wanita yang penyayang dan subur karena aku akan berbangga kepada umat yang lain dengan banyaknya jumlah kalian (Hadits shohih riwayat Abu Dawud (2050), An Nasa-i (3227), dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Al Jami’ (2940)).
Karena banyaknya anak itu akan memperbanyak jumlah umat Islam dan banyaknya jumlah umat Islam termasuk salah satu bentuk kemuliaan sebagaimana firman Allaah ketika memberi nikmat kepada Bani Isro-il yang diabadikan dalam firman Allaah suroh Al Isro’: 6:
Dan Kami jadikam kamu kelompok yang lebih besar.
Jika takut kekurangan rizki maka Allaah pun sudah menjawabnya dalam surat Huud: 6:
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allaah lah yang memberi rizkinya.
Maka tidak sepantasnya seorang perempuan menggunakan pil pencegah kehamilan kecuali dengan dua syarat:
  1. Dia harus dalam keadaan membutuhkan itu, misalnya dia menderita sakit yang menjadikannya tidak mungkin hamil tiap tahun atau lemah jasmaninya atau pada dirinya terdapat penghalang lain yang mengakibatkan dampak buruk jika dia hamil setiap tahun.
  2. Sang suami mengizinkannya karena suami berhak mempunya anak dan memiliki keturunan. Selain itu, dia juga harus berkonsultasi denga dokter tentang pil atau tablet yang akan dikonsumsi itu, apakah mengonsumsinya akan menimbulkan madhorot ataukah tidak.
Jika dua syarat ini sudah terpenuhi maka tidak mengapa menggunakan pil pencegah kehamilan akan tetapi itu tak boleh dilakukan secara terus-menerus selamanya. Dengan kata lain, seorang perempuan tidak boleh meminum tablet pencegah kehamilan terus-menerus karena itu akan memutus keturunan. (Fatawa Al Mar’ah Al Muslimah, 2/257-258)

Syaikh Utsaimin rohymahullaah pun menjelaskan bahwa beliau telah mendengar keterangan dari sejumlah dokter bahwa ia dapat menimbulkan madhorot. Keadaan ini walaupun tidak kita mengetahuinya dari sisi ilmu kedokteran, kita pasti mengetahuinya dari sisi diri kita sendiri. Karena mencegah sesuatu yang alami yang telah diciptakan dan ditetapkan oleh Allaah ‘azza wa jalla terhadap kaum perempuan keturunan Adam ini tak pelak lagi pasti menimbulkan madhorot. Allaah itu Mahabijaksana, Dia tidak menjadikan darah hasil sortiran pembuluh darah dalam rentang waktu tertentu kecuali dengan kebijaksanaan-Nya sehingga tindakan kita menghalangi dengan obat-obatan ini pasti dan tidak diragukan lagi akan menimbulkan madhorot.
Beliau juga pernah mendengar bahwa obat-obatan pencegah kehamilan dampat buruknya lebih besar daripada yang dibayangkan. Ia dapat menyebabkan kerusakan rahim dan penyakit syaraf sehingga ia harus dilarang. (Liqo’ Al Baab Al Maftuuh, soal no. 1147)
Sebuah informasi tambahan saya kutib dari tempo.co, menyatakan sebagai berikut:
The National Agency for safety of Drugs and Health Products (ANSM)
melakukan sebuah studi yang menemukan bahwa pil kontrasepsi berkaitan
dengan thrombosis atau penggumpalan darah. Dikatakan bahwa penggumpalan
darah bisa mematikan, menyebabkan stroke atau serangan jantung jika
penggumpalan terjadi di otak atau jantung.

Hasil riset ini
seperti dikutip situs Daily Mail, mengungkapkan bahwa sebanyak 14 dari
20 kematian tersebut disebabkan oleh pil generasi ketiga dan keempat
yang diperkenalkan pertama kali sekitar 20 tahun silam. Sementara enam
kasus lainnya disebabkan oleh pil generasi pertama dan kedua.

Pil
generasi ketiga diperkenalkan pada 1990-an dan generasi keempat
disetujui sekitar 10 tahun silam. Pil generasi ketiga dan keempat itu,
saat ini sedang berada di bawah pengawasan karena menyebabkan Marion
Larat, 25 tahun, mengalami stroke dan kini sedang mengajukan kasusnya ke
pengadilan.

Menurut data dari Medicines & Healthcare Products Regulatory Agency
(MHRA), sekitar 40 dari setiap 100 ribu wanita mengalami penggumpalan
darah setiap tahunnya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan mereka yang
tidak menggunakan pil kontrasepsi yang jumlahnya hanya lima hingga 10
wanita yang di antara 100 ribu wanita.
Maroji’:
Faudah, Dr. ‘Abdurrohman Muhammad. Fatwa-Fatwa Medis Kontemporer Seputar Kehamilan & Kecantikan, hal 31-34. Pustaka Arafah. Solo: 2011
 
https://www.tempo.co/read/news/2013/03/30/060470093/Pil-Kontrasepsi-Picu-Penggumpalan-Darah
Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker