Bolehnya Memberi Nama Anak Dengan Nama Malaikat

Nama adalah doa, benarkah itu? Tentu bukan ucapan jempol belaka bahwasanya nama adalah sebuah do’a. Setiap ucapan seorang muslim dapat bermakna do’a namun tidak semuanya dimaknai do’a. Terkait dengan apakah itu hadits atau bukan maka setelah saya cari-cari terkait dengan pernyataan “Setiap perkataan Muslim adalah doa” hingga kini belum saya temukan itu adalah hadits. Sehingganya kita perlu hati-hati dalam memberikan label hadits atau bukan.

Tidak sedikit dari walidain (maaf, saya kurang suka menyebutkan kata “orang tua”, lebih nyaman menggunakan versi bahasa Arabnya yakni walidain (kedua wali)) yang memberikan nama secara asal kepada anak. Jika dalam bahasa jawa ada yang mengait-ngaitkan dengan nama hari, tanggal atau bahkan sesuatu yang dianggap baru. Di kota-kota biasanya lebih modern dengan meniru nama-nama bintang film asing. Lantas sebagai seorang Muslim apakah akan sama seperti orang pada umumnya dengan tanpa mempertimbangkan maslahat dan madhorot yang timbul. Begitu pula ketika memberikan nama berbahasa Arab tentunya harus memahami artinya. Tidak asal memberi nama Arab. Abdusy syayathin, itu salah satu bahasa Arab namun tidak layak dijadikan nama karena artinya buruk yakni hambanya para setan. Ada lagi ketika menyebutkan bahasa Arab dari kata “hati”. Masih ada yang menyebutnya dengan “kalbun”, padahal kalbun dalam bahasa Arab artinya adalah anjing, sedangkan hati dalam bahasa Arab disebut “qolbun”.

Jika memperhatikan bahasa Arab dan terjemah maknanya sudah lantas apakah ada larangan lain. Tentu tetap ada batasan yang tidak boleh dilanggar, salah satunya adalah terkait dengan memberikan nama Malaikat untuk nama anak. Meskipun masih ada perbedaan pendapat ‘ulama namun alangkah baiknya hal ini dihindari.

Mari kita simak penuturan Syaikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin rohiimahullaah. Beliau memberikan fatwa untuk menyikapi hal ini. Beliau menyatakan bahwa sebagian ‘ulama mengatakan bahwa menamai dengan nama-nama malaikat adalah haram. Sebagian ‘ulama lain mengatakan bahwa hal itu adalah makruh. Dari pendapat para ‘ulama tersebut yang lebih dekat kepada kebenaran adalah makruh, misalnya Jibril, Mika-il, Isrofil, hendaknya kita TIDAK menjadikan nama-nama tersebut sebagai nama anak-anak karena itu adalah nama para malaikat.

Source: Al Utsaimin, Muhammad Bin Sholih. 2013. Halal & Haram Dalam Islam hal 428. Ummul Qura: Jakarta
Editor: Destur

Tags

Destur Purnama Jati

Seorang penulis blog dan juga Youtube creator. Selain itu juga berkiprah di dunia EO (Event Organizer) terutama dibidang kesehatan. Terkadang juga mengisi pelatihan seputar PPGD dan sejenisnya.

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker